Aksi Teror Kembali Terjadi di Turki, 2 Tewas Akibat Ledakan Granat

Aksi Teror Kembali Terjadi di Turki, 2 Tewas Akibat Ledakan Granat

Ahmad Ziaul Fitrahudin - detikNews
Jumat, 06 Jan 2017 02:13 WIB
Aksi Teror Kembali Terjadi di Turki, 2 Tewas Akibat Ledakan Granat
Foto: Document CNN
Izmir - Serangan terorisme kembali terjadi di Turki, kali ini sebuah granat meledak di dekat gedung pengadilan di Kota Izmir. Granat ini diduga diledakkan kelompok militan Kurdi. Akibatnya dua orang tewas dan lima orang lainnya terluka dalam insiden tersebut.

Aksi teror ini terjadi pada Kamis (5/1/2017) waktu setempat. Gubernur Kota Izmir, Erol Ayyildiz mengatakan, kedua pelaku melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata laras panjang Kalashnikov dan granat.

Hingga saat ini, dikatakan Ayyildiz, polisi Turki sudah menewaskan dua pelaku penyerangan tersebut. Ada kemungkinan satu pelaku lain terlibat dalam penyerangan ini, namun polisi setempat masih melakukan pencarian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin ada atau mungkin tidak, tetapi kita cari dia, dan jika ada, dia akan ditangkap," kata Ayyildiz seperti dilaporkan Kantor Berita Anadolu seperti dilansir CNN, Jumat (6/1/2017).

Ayyildiz menambahkan, mobil yang diyakini milik penyerang sudah diledakkan. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Turki Veysi Kaynak mengatakan serangan tersebut diduga disiapkan untuk serangan yang lebih besar. Menurut Kaynak kejadian ini berkaitan dengan partai militan Kurdi Turki atau mungkin ISIS.

"Jika Anda melihat persiapan, amunisi, dan senjata. Anda akan mengerti bahwa mereka menargetkan kehancuran besar tapi itu tidak terjadi," ujar Kaynak.

Izmir merupakan salah satu pelabuhan yang sibuk di Laut Aegean, Turki. Izmir juga merupakan kota terbesar ketiga di Turki. Sebanyak 2 juta penduduk tinggal di kota tersebut.

Turki sendiri masih belum pulih dari serangan berdarah yang terjadi pada malam Tahun Baru lalu. Serangan brutal tersebut menewaskan 39 orang dan melukai 69 orang lainnya. Terkait serangan tersebut, polisi telah menahan 34 tersangka pada Kamis (5/1). Disebut-sebut ISIS terlibat dalam penembakan massal itu. (azf/ear)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads