RI Setop Kerja Sama Militer, Australia Kirim Surat Penjelasan

RI Setop Kerja Sama Militer, Australia Kirim Surat Penjelasan

Nograhany Widhi K - detikNews
Kamis, 05 Jan 2017 11:10 WIB
RI Setop Kerja Sama Militer, Australia Kirim Surat Penjelasan
Foto: Internet
Canberra - Indonesia menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia. Australia sudah mengirim surat penjelasan.

Dilansir dari Australia Plus Indonesia ABC International edisi Rabu 4 Januari 2016, menurut laporan yang diperoleh ABC bahwa pada tanggal 23 November 2016, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defense Force/ADF) Marsekal Udara Mark Binskin telah menulis surat kepada mitra kerjanya di Indonesia mengenai material yang dinilai merendahkan tersebut.

Seorang sumber diplomatik ABC yang mengetahui korespondensi ini mengatakan Kepala Angkatan Pertahanan Australia dalam suratnya tersebut memastikan militer Indonesia kalau material yang merendahkan yang dipajang di Perth tidak merefleksikan pandangan dari ADF, dan material itu merupakan insiden yang terpisah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Staf Angkatan Darat Australia Letnan Jenderal Angus Campbell juga telah menulis surat kepada mitra Indonesia pada tanggal 24 November 2016 untuk memastikan kalau Australia tidak mendukung material itu.

Angkatan Pertahanan Australia belum menjawab pertanyaan ABC, tapi sejumlah pejabat tinggi mengaku terkejut atas komentar dari militer Indonesia.

Materi yang mengganggu Komando Pasukan Khusus (Kopassus) saat berlatih dengan pasukan komando Australia (Special Air Service) di salah satu unit mereka di Campbell Barrack di Perth (Australia Barat), sampai saat ini masih menjadi misteri. Belum ada pernyataan resmi mengenai apa tepatnya materi yang mengganggu itu, baik dari pihak Indonesia dan dari pihak Australia.

Sejumlah sumber ABC yang mengetahui insiden ini telah memastikan kalau 'material yang dilaminating' tersebut berkaitan dengan Papua Barat, salah satu propinsi di Indonesia yang berusaha untuk memerdekakan diri dari Jakarta.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne telah mengkonfirmasi penghentian sementara kerja sama militer antara Indonesia dan Australia.

"Sejumlah interaksi antara kedua organisasi pertahanan telah ditunda hingga masalah ini diselesaikan," ujar Payne seperti dilansir media News.com.au, Rabu (4/1/2017).

Disebutkan Payne, hal itu terkait dengan sejumlah materi pelatihan di pusat pelatihan bahasa. Namun dia tidak menjelaskan lebih detail. Ditambahkan Payne, penyelidikan hal tersebut masih terus berlangsung.

"Kami akan bekerja sama dengan Indonesia untuk memulihkan kerja sama penuh secepat mungkin," tandas Payne.

Presiden Joko Widodo mengaku sudah menerima laporan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo soal rencana penghentian kerjasama militer antara Indonesia dan Australia. Jokowi meminta masalah itu segera diclearkan.

"Ya ini masalahnya biar diclearkan dulu. Karena juga masalah, itu meskipun di tingkat operasional, tapi ini masalah prinsip," tegas Jokowi di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2016).



(nwk/fjp)



Berita Terkait