Disampaikan juru bicara Biro Pengelolaan Penjara dan Penologi Filipina, Xavier Solda, seperti dilansir CNN, Kamis (5/1/2017), sekitar 158 napi kabur dari penjara Distrik Cotabato Utara di kota Kidapawan, Filipina bagian selatan pada Rabu (4/1) dini hari waktu setempat.
Foto: REUTERS/Marconi Navales |
Dikatakan Solda, sekitar pukul 01.15 waktu setempat, lebih dari 100 pria bersenjata menyerbu penjara itu. Terjadi baku tembak di dalam penjara selama 2 jam. Salah satu sipir penjara tewas dan satu orang lainnya luka-luka dalam baku tembak itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Penjara Filipina Diserang, 1 Petugas Tewas dan 158 Napi Kabur
Dalam pernyataan terpisah, Pelaksana Tugas Inspektur Sipir Penjara setempat, Peter John Bongngat Jr menuturkan kepada CNN Filipina, bahwa anggota kelompok Front Pembebasan Islamis Moro (MILF) diyakini bertanggung jawab atas penyerbuan bersenjata itu.
Bongngat menyebut, para napi yang kabur diketahui terlibat dengan MILF. "Sebagian besar napi yang kabur merupakan saudara muslim kita dan kebanyakan dari mereka adalah anggota (MILF). Tapi yang lain kemungkinan hanya memanfaatkan pembobolan penjara itu," tuturnya.
Foto: REUTERS/Marconi Navales |
Lebih lanjut, Bongngat menyebut kepolisian setempat mendapat informasi intelijen bahwa serangan itu sebenarnya direncanakan untuk Tahun Baru.
"Kami mendapat laporan intelijen pada 30 Desember. Kami melakukan komunikasi dengan direktur provinsi PNP (Kepolisian Nasional Filipina) Cotabato Utara, bersama dengan komandan batalion militer Filipina," terangnya.
Operasi gabungan untuk mencari napi yang masih kabur terus dilakukan.
(nvc/ita)












































Foto: REUTERS/Marconi Navales
Foto: REUTERS/Marconi Navales