Kepolisian wilayah Appenzell Ausserrhoden menyatakan dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/1/2017), pria berumur 33 tahun itu mengeluarkan senjata api saat polisi menggeledah rumahnya di kota kecil Rehetobel pada Selasa, 3 Januari waktu setempat. Penggeledahan dilakukan saat polisi mencari seorang tersangka perkebunan ganja.
Pria bersenjata itu sempat melarikan diri usai menembaki polisi, namun kemudian terpojok di sebuah lokasi di dekat rumahnya. Setelah terkepung selama beberapa jam, yang mencakup negosiasi via telepon, pria bersenjata itu menembak dirinya sendiri dan tewas.
Sebelum bunuh diri, pria yang tidak disebutkan identitasnya itu mengaku memiliki bahan peledak di dalam tas ranselnya. Dia pun mengancam akan meledakkan bom tersebut.
Penembakan seperti ini terbilang langka di Swiss yang relatif tenang. Kejahatan senjata api jarang terjadi di negeri itu, meski Swiss merupakan salah satu negara dengan tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di dunia.
(ita/ita)











































