Seperti dilansir CNN, Rabu (4/1/2017), otoritas Turki tidak menyebut lebih lanjut kewarganegaraan dua orang yang ditangkap itu. Media Inggris, SkyNews melaporkan kedua warga asing itu ditahan setelah tiba di Bandara Internasional Ataturk pada Selasa (3/1) waktu setempat.
Sedangkan surat kabar lokal Turki, Hurriyet melaporkan, polisi setempat menyita telepon genggam dan paspor kedua warga asing itu. Usai ditahan selama satu jam di kantor polisi bandara, keduanya dibawa ke markas kepolisian Istanbul untuk diperiksa lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan penangkapan terbaru ini, maka sejauh ini sudah 16 orang yang ditahan terkait penembakan brutal di kelab malam itu. Pada 2 Januari lalu, kepolisian Turki menahan delapan orang di Istanbul dan pada 3 Januari pagi, enam orang lainnya ditahan polisi terkait serangan yang sama.
Otoritas Turki hingga kini masih memburu pelaku yang berhasil kabur usai melancarkan serangannya. Foto pelaku yang diambil dari rekaman CCTV telah dirilis polisi ke publik. Namun identitas maupun ciri-ciri pelaku tidak disebutkan lebih lanjut.
Pada Senin (2/1) waktu setempat, kepolisian Turki merilis video yang menunjukkan pelaku sedang merekam dirinya sendiri di sebuah pasar dekat lokasi penembakan. Asal kewarganegaraan pelaku tidak diketahui pasti, namun surat kabar Hurriyet melaporkan pelaku berasal dari Asia Tengah.
Baca juga: 8 Orang Ditahan Terkait Serangan Klub Malam di Istanbul
Secara terpisah, kolumnis surat kabar Hurriyet Abdulkadir Selvi menyebut pelaku pernah mendapat pelatihan pertempuran di wilayah Suriah. Menurut Selvi, pelaku menggunakan teknik itu dalam aksinya di Istanbul, yakni menembak dari pinggang bukannya menggunakan taktik penembak jitu.
Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah merilis pernyataan yang isinya mengklaim bertanggung jawab atas penembakan di kelab malam itu. Ini merupakan pertama kalinya ISIS terang-terangan mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di wilayah Turki.
(nvc/ita)











































