Pernyataan Trump ini disampaikan sehari setelah pemimpin Korut Kim Jong Un mengumumkan negaranya sedang dalam 'tahap akhir' pengembangan rudal balistik antarbenua atau ICBM. Pengumuman ini disinyalir sengaja menekan Trump yang akan dilantik menjadi Presiden AS pada 20 Januari mendatang.
"Korea Utara baru saja menyatakan mereka sedang dalam tahap akhir pengembangan senjata nuklir yang mampu menjangkau wilayah AS," kicau Trump via akun Twitter resminya, seperti dilansir AFP, Selasa (3/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tidak akan terjadi!" imbuhnya.
Meskipun pemerintah AS berulang kali bersumpah tidak akan pernah menerima Korut sebagai negara nuklir, Trump belum pernah secara jelas menyatakan kebijakannya terhadap Korut.
Dalam pidato Tahun Baru berdurasi 30 menit pada Minggu (1/1) waktu setempat, Kim Jong Un menyatakan Korut mencuat sebagai 'kekuatan nuklir'. "Kekuatan militer dari Timur yang tidak bisa disentuh bahkan oleh musuh terkuat sekalipun," sebut Kim Jong Un soal Korut saat ini.
Baca juga: Kim Jong Un Eksekusi Mati Lebih dari 300 Orang Sejak 2011
Meskipun tidak menyebut langsung Trump, Kim Jong Un menyerukan kepada AS: "Ambil keputusan tegas untuk mencabut kebijakan keji yang menyalahi zaman terhadap Korut."
(nvc/nwk)











































