"Sebagai kelanjutan dalam operasi yang dilakukan ISIS terhadap pelindung salib, Turki, seorang prajurit heroik dari kekhalifahan menyerang salah satu kelab malam terkenal yang menjadi tempat penganut Kristen merayakan hari libur murtad mereka," demikian pernyataan ISIS seperti dilansir Reuters, Senin (2/1/2017).
Pelaku penembakan di kelab malam Reina di Istanbul itu masih terus diburu otoritas Turki. Identitas dan ciri-ciri pelaku belum dirilis ke publik. Namun polisi telah menyebar foto hitam-putih yang menunjukkan terduga pelaku, yang diambil dari rekaman CCTV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Turki, seperti dilansir surat kabar Hurriyet, meyakini pelaku berasal dari Asia Tengah, yakni antara Kyrgyzstan atau Uzbekistan. Otoritas Turki juga meyakini pelaku terkait dengan ISIS.
Penembakan yang terjadi di kelab malam dekat Selat Bosphorus itu mengguncang publik Turki, yang masih berusaha pulih dari percobaan kudeta yang gagal pada Juli lalu dan serangkaian serangan teror yang melanda berbagai kota.
Beberapa korban selamat mengaku nekat melompat ke dalam Selat Bosphorus demi menyelamatkan diri dari pelaku yang melepas tembakan secara membabi-buta. Penembakan terjadi selang satu jam setelah tengah malam, atau setelah pergantian tahun.
Baca juga: Polisi Buru Pria Bersenjata Pelaku Penyerangan Tahun Baru di Turki
Dari 39 korban tewas, mayoritas merupakan warga negara asing dari beberapa negara seperti Arab Saudi, Maroko, Libanon, Libya, Israel, India serta warga dengan kewarganegaraan ganda Turki-Belgia dan Prancis-Tunisia. Surat kabar Saudi, Al-Riyadh, melaporkan lima korban tewas berasal dari Saudi.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam keras penembakan itu, dengan menyebutnya sengaja dilakukan untuk memicu kekacauan di Turki. Erdogan juga bersumpah Turki akan terus melanjutkan pertempuran melawan terorisme. (nvc/tor)











































