Dilaporkan surat kabar lokal Hurriyet dan dilansir AFP, Senin (2/1/2017), kepolisian dan intelijen Turki sebelumnya menerima berbagai laporan soal potensi serangan Tahun Baru oleh ISIS di beberapa kota berbeda. Menanggapi laporan itu, berbagai penggerebekan dan penangkapan telah dilakukan.
Tanpa mengutip sumber yang jelas, surat kabar Hurriyet menyebut pelaku yang hingga kini masih diburu polisi, diyakini berkaitan dengan ISIS. Hurriyet juga menyebut dugaan bahwa pelaku berasal dari Kyrgyzstan atau Uzbekistan, yang terletak di kawasan Asia Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyidik Turki tengah menyelidiki dugaan pelaku penembakan terkait dengan sel teror yang mendalangi tiga bom bunuh diri dan serangan bersenjata di Bandara Ataturk, Istanbul pada Juni 2016. Otoritas Turki meyakini ISIS berada di balik serangan teror yang menewaskan 47 orang itu.
Dalam artikel terpisah yang juga dirilis surat kabar Hurriyet, kolumnis Abdulkadir Selvi menyebut bahwa Turki menerima informasi intelijen dari Amerika Serikat pada 30 Desember 2016, yang memperingatkan potensi serangan oleh ISIS di Istanbul dan Ankara saat malam Tahun Baru.
Namun informasi intelijen itu tidak menyebut secara spesifik lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi target serangan teror ISIS.
Baca juga: Ini Data Jumlah WN Asing Korban Penembakan di Turki
Sejauh ini, otoritas Turki belum menyebut pihak-pihak maupun kelompok yang dicurigai berada di balik penembakan di kelab malam Reina tepat setelah pergantian tahun. Namun otoritas Turki telah meluncurkan perburuan besar-besaran untuk mencari pelaku kabur dari lokasi setelah berganti pakaian.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam keras penembakan itu, dengan menyebutnya sengaja dilakukan untuk memicu kekacauan di Turki. Erdogan juga bersumpah Turki akan terus melanjutkan pertempuran melawan terorisme.
"Turki bertekad melanjutkan pertempuran melawan teror hingga akhir dan melakukan hal apapun yang diperlukan untuk menjamin keamanan warga dan memastikan perdamaian di wilayahnya," tegas Erdogan dalam pernyataannya pada Senin (1/1).
(nvc/tor)











































