Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebelumnya mengajukan permohonan kepada Putin untuk mengusir 31 staf diplomatik Kedutaan Besar AS di Moskow dan empat staf diplomatik Konsulat AS di Saint Petersburg, yang merupakan kota terbesar kedua di Rusia.
Dalam pernyataannya pada Jumat (30/12), Putin menegaskan Rusia tidak akan membalas pengusiran 35 diplomat Rusia yang dicurigai sebagai mata-mata oleh AS, setidaknya hingga Trump dilantik pada 20 Januari 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Putin Putuskan Tak Jadi Usir 35 Diplomat AS karena Donald Trump
Presiden AS Barack Obama, pada Kamis (29/12), memerintahkan pengusiran 35 diplomat Rusia, penutupan dua kamp Rusia di AS dan menjatuhkan sanksi untuk dua lembaga intelijen Rusia. Perintah itu terkait dugaan keterlibatan Rusia dalam aktivitas peretasan semasa pilpres AS.
"Kami tidak akan mengusir siapa pun," tegas Putin dalam pernyataannya, sembari menyatakan Rusia sebenarnya memiliki hak untuk membalas AS.
"Langkah selanjutnya menuju pemulihan hubungan Rusia-Amerika akan dibangun dengan dasar kebijakan yang akan diambil pemerintahan Presiden D Trump," imbuhnya.
Badan-badan intelijen AS menuding Rusia sebagai dalang di balik peretasan email Komisi Nasional Partai Demokrat dan capres Hillary Clinton sebelum pilpres digelar. Otoritas Rusia telah membantah tudingan AS itu. Para pejabat intelijen AS menyebut serangan dunia maya oleh Rusia bertujuan membantu Trump mengalahkan Hillary dalam pilpres AS.
Baca juga: Diduga Meretas Saat Pilpres, 35 Diplomat Rusia Diusir dari AS
Dalam tanggapannya, sejumlah pejabat pemerintahan Rusia menyebut sanksi dan pengusir diplomat itu sebagai aksi terakhir presiden 'bebek pincang'. Istilah 'bebek pincang' merujuk pada Presiden Obama yang masih menjabat namun kekuasaannya terbatas, karena sebentar lagi akan digantikan Trump.
Pejabat Rusia mendorong Trump untuk mencabut kembali keputusan Obama begitu dia menjabat. Secara terpisah, seorang pejabat senior AS menyebut bahwa Trump bisa mencabut perintah eksekutif Obama, namun jika hal itu dilakukan jelas merupakan tindakan yang tidak bijaksana.
(nvc/fdn)











































