Seperti dilansir AFP, Jumat (30/12/2016), FSB menyebut kelompok militan di wilayah Dagestan, North Caucasus itu merencanakan serangan teror di Moskow dengan mendapat perintah langsung dari komandan senior ISIS di Suriah.
"Serangkaian aksi teroris tingkat tinggi," sebut FSB dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia saat ini tengah menggelar operasi pengeboman di Suriah untuk mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad. Akibatnya, Rusia banyak mendapat berbagai ancaman dari ISIS.
Otoritas keamanan Rusia, dalam beberapa minggu terakhir, mengumumkan berbagai operasi yang berhasil menggagalkan rencana serangan teror di Moskow dan Saint Petersburg, yang merupakan kota terbesar kedua di Rusia.
Wilayah North Caucasus selama ini menjadi 'sumber utama' militan asing yang kini bertempur di Suriah dan Irak, terutama yang bergabung dengan ISIS. Di wilayah itu, otoritas Rusia masih berusaha memerangi militansi Islam radikal.
Putin memerintahkan peningkatan keamanan di Rusia maupun untuk fasilitas diplomatik Rusia di luar negeri, usai pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki dan serangan truk maut di Berlin, Jerman.
Sedangkan menjelang pergantian tahun, otoritas Rusia, khususnya di Moskow, menyatakan akan semakin meningkatkan keamanan demi melindungi warga yang melakukan perayaan. Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah mengawasi setiap truk dan kendaraan yang berpotensi menjadi senjata serangan.
(nvc/nwk)











































