Tiga orang pelaku sudah ditangkap oleh polisi dan satu orang lainnya masih diburu. Demi merampok, mereka tega menyekap 11 orang dalam 1 kamar mandi.
Pelaku memasukkan semua korban ke satu ruangan dan menguncinya karena agar leluasa menjalankan aksinya. Para perampok ini kemudian mengambil jam tangan Rolex, handphone, hingga uang tunai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasi maraknya aksi kriminal di Jakarta, Agus Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Anies Baswedan menyusun strategi. Partisipasi warga menjadi kuncinya.
Agus Yudhoyono ingin agar peran RT dan RW dimaksimalkan. Ahok mengingatkan warga agar lapor ke layanan 112. Anies ingin agar interaksi antarwarga makin erat.
Begini paparan masing-masing calon pemimpin Jakarta tersebut:
Agus Yudhoyono Ingin Pemberdayaan Lingkungan karena Zaman Makin Gokil
|
Foto: Rengga Sancaya
|
"Tentu kita tahu zaman makin lama makin gokil, kadang nggak pakai logika gitu tiba-tiba terjadi dengan mudahnya kejadian, satu orang atau satu keluarga dibunuh gitu. Selain preventif terhadap tindakan kriminalitas di Ibu Kota juga upaya represif yang tegas," kata Agus di Pasar Ular Plumpang, Koja, Jakarta Utara, Rabu (28/12/2016).
Dia ingin RT dan RW dimaksimalkan perannya untuk mencegah tindakan kejahatan di lingkungan masyarakat. Lingkungan perlu diberdayakan.
"Inilah saya berharap justru RT RW berperan aktif memberi edukasi dan warning dan termasuk memberi informasi yang akurat kepada penegak hukum sehingga dapat membantu penegak hukum melakukan tugasnya, mencegah dan melakukan aksi dan respons," paparnya.
Ditegaskan Agus, kehadiran aparat keamanan dan penegak hukum tak serta merta melepas tanggung jawab masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungannya. Masyarakat harus terus berperan aktif menjaga stabilitas kondisi lingkungan sekitar mereka.
"Tentu tak serta merta melepaskan kita dari tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga diri kita. Meningkatkan sistem keamanan lingkungan dengan IT sistem sehingga segala kegiatan di Ibu Kota termonitor sehingga masyarakat aman baik di pagi, sore dan malam hari," ujarnya.
Ahok Ingatkan Warga agar Rajin Lapor ke 112
|
Foto: Bisma Alief/detikcom
|
"Kita sudah pasang 112. Makanya kita mau, orang kalau ada apa-apa ingatnya 112," kata Ahok seusai blusukan di daerah Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).
Ahok juga menjelaskan bahwa nomor 112 bisa digunakan oleh warga tanpa harus menggunakan pulsa. Mantan Bupati Belitung Timur itu juga menjanjikan pelayanan yang lebih baik bagi warga yang mengadu lewat 112.
"Handphone kamu enggak ada pulsa pun bisa pakai, beda provider bisa pakai, pokoknya 112. Kucing kamu nyangkut kalau kamu ingat 112 itu petugas dateng," papar Ahok.
Saat ini Pemprov DKI sudah bekerja sama dengan sebuah bank untuk memperbaiki kualitas pelayanan dari 112. Ahok tidak mau 112 hanya sebagai tempat laporan saja tapi tidak ditindaklanjuti.
"Nah itu yang lagi kita latih sama Bank BCA untuk ngelatih. Karena kita mau orang yang ngangkat itu (nomor 112) bukan iya iya tapi mesti dikerjain. Ini sudah jalan kok, 112 sudah mulai jalan," ujar Ahok.
Selain dengan nomor 112, Pemprov DKI juga akan merampungkan 6000 CCTV yang bisa mengenali wajah di seluruh wilayah Jakarta. 6000 CCTV tersebut rencananya rampung pada akhir tahn 2016 ini.
"Kita memasang CCTV akhir tahun ini selesai 6000 CCTV yang bisa mendeteksi muka kita," ujar Ahok.
Terkait pembunuhan yang membuat enam orang meninggal dan lima orang luka yang terjadi, Ahok rtidak mau berkomentar banyak. Ahok tidak ingin mendahului menyelidikan yang sedang dilakukan oleh polisi.
"Saya enggak tahu motif dan modusnya apa? Karena siang-siang kan ini saya enggak tau. Perampokan kan sudah sangat jarang. Nah saya enggak mau mendahului (polisi). Apa orang dekat apa orang enggak dikenal, saya enggak tahu," tutup Ahok.
Anies Ingin Warga di RT Berinteraksi Dekat
|
Foto: Haris Fadhil/detikcom
|
"Sebenarnya masalah keamanan tema saya makanya, interaksi warga penting level RT. Program level RT supaya antar warga berinteraksi dekat," kata Anies di Jalan Kalibata Timur IV No. 15, Jakarta Selatan, Rabu (28/12/2016).
Interaksi yang dekat antara warga di tingkat RT dan RW dikatakan Anies akan mudah menjaga keamanan lingkungan. Hal ini disebutnya sebagai gerakan komunitas yang menjaga keamanan.
"Menjaga keamanan pun jauh lebih mudah. Kedua kejadian kemarin kalau nggak ada tamu, kadang rumah yang pagarnya tinggi-tinggi interaksi warga rendah. Itu yang kita akan ubah sama-sama. Makanya kita ingin Jakarta, gerakan kalau sudah berubah komunitas, pengamanan komunitas menjadi keamanan," jelasnya.
Interaksi yang tinggi antar warga dipandang Anies mudah dilakukan pada masyarakat kelas menengah Jakarta. Kaum elit dirangsang dengan berbagai kegiatan antar warga.
"Begitu ada kegiatan kita libatkan (kaum elit). Kita punya ide, anak-anaknya ada perlombaan yang antar siapa, bapak dan ibunya. Interkasi sama yang lain lewat anak-anak menjadi rajut interaksi dilakukan di banyak tempat. Bahkan anak-anak di lomba futsal bapak ibunya bisa ikut," imbuhnya.
Anies kemudian mengambil contoh dari Amerika. Meski individualis, warga Amerika dapat membangun interaksi yang menjaga keamanan.
"Di Amerika individualis malah hidup karena interaksi bisa dibangun. Masalahnya bisa tidak dirangsang, dibangun. Mereka senang kok interaksi dengan warga. Kadang sulitnya fasilitas, makanya pemerintah merangsang itu," ujarnya.
Halaman 2 dari 4











































