Dituturkan juru bicara Kepolisian Kota New York, seperti dilansir Reuters, Rabu (28/12/2016), bahwa tim penjinak bom segera dikerahkan ke lokasi temuan paket mencurigakan itu. Otoritas setempat kemudian merilis perintah evakuasi untuk lobi Trump Tower yang terletak di Midtown Manhattan itu.
Rekaman video amatir dari lokasi menunjukkan orang-orang berlarian keluar dari lobi Trump Tower menuju ke tempat lebih aman.
Dalam keterangan terpisah, seperti dilansir media lokal AS, pix11.com, juru bicara Kepolisian New York, Stephen Davis, menyebut paket mencurigakan berupa tas ransel itu ditemukan di dekat pintu masuk toko Nike Town yang ada di dalam Trump Tower, pada Selasa (27/12) waktu setempat.
Tim penjinak bom yang ada di lokasi memeriksa paket itu dan kemudian menyatakan paket mencurigakan itu tidak berbahaya. Pada Selasa (27/12) sekitar pukul 17.00 waktu setempat, kepolisian menyatakan lokasi sekitar Trump Tower bersih dari bahaya.
"Trump Tower dinyatakan aman dari paket mencurigakan. Ini akan menjadi peristiwa yang biasa terjadi. Penting bagi semua orang untuk tetap tenang dan mendengarkan polisi," tutur Eric Phillips yang merupakan juru bicara Wali Kota New York Bill de Blasio via Twitter.
Sedangkan detektif Kepolisian New York atau NYPD, Hubert Reyes, menambahkan bahwa paket mencurigakan itu ternyata berisi mainan anak-anak. Tidak diketahui pemilik paket mencurigakan itu.
Saat insiden ini terjadi, Trump diketahui sedang tidak ada di dalam gedung 58 lantai itu. Trump dan keluarganya sedang menghabiskan masa liburan di resort Mar-a-Lago yang ada di Florida. Belum ada tanggapan dari Trump maupun tim transisinya atas insiden ini.
Bagian lobi Trump Tower biasa dipenuhi oleh turis dan pengunjung, karena terbuka untuk umum.
(nvc/tor)











































