Insiden Penembakan Melonjak di Chicago Saat Natal

Insiden Penembakan Melonjak di Chicago Saat Natal

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 27 Des 2016 13:25 WIB
Insiden Penembakan Melonjak di Chicago Saat Natal
Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
Chicago - Insiden penembakan marak terjadi di wilayah Chicago, Amerika Serikat (AS), saat malam Natal dan pada Hari Natal lalu. Kepolisian Chicago tengah menyelidiki 27 kasus penembakan, dengan 12 kasus di antaranya memakan korban jiwa.

Seperti dilansir AFP, Selasa (27/12/2016), disampaikan Inspektur Polisi Chicago, Eddie Johnson, kepada wartawan bahwa kebanyakan insiden penembakan baru-baru ini diyakini berkaitan dengan konflik antar geng setempat.

"Kita sekarang tahu bahwa mayoritas penembakan dan pembunuhan ini merupakan serangan terarah oleh geng kriminal terhadap anggota geng dan kelompok musuh yang sedang menggelar perkumpulan saat liburan," terang Johnson dalam konferensi pers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini merupakan penembakan yang disengaja dan direncanakan oleh geng kriminal yang saling bermusuhan. Mereka menyerang dengan mengetahui penuh bahwa individu-individu (yang menjadi target) akan ada di rumah keluarga dan rekannya menghabiskan liburan," imbuhnya.

Tindak kekerasan yang terjadi di Chicago selama setahun terakhir, mencetak rekor. Chicago merupakan kota terbesar ketiga di AS.

Dilaporkan surat kabar lokal, Chicago Tribune, bahwa lebih dari 750 orang tewas dibunuh di Chicago sepanjang tahun 2016. Chicago Tribune menyebut, ini menjadi pertama kalinya dalam dua dekade terakhir saat jumlah korban pembunuhan di Chicago melampaui angka 700 orang.

Jumlah kasus pembunuhan di Chicago jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah gabungan kasus-kasus pembunuhan di dua kota besar AS lainnya, Los Angeles dan New York.

Otoritas penegak hukum di kota Chicago menyatakan masalah kepemilikan senjata api secara ilegal menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka pembunuhan. Otoritas kota Chicago berencana menambah 1.000 personel kepolisian selama dua tahun ke depan, untuk membantu mencegah angka kriminalitas yang tinggi.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads