Seperti dilansir AFP, Selasa (27/12/2016), disampaikan Inspektur Polisi Chicago, Eddie Johnson, kepada wartawan bahwa kebanyakan insiden penembakan baru-baru ini diyakini berkaitan dengan konflik antar geng setempat.
"Kita sekarang tahu bahwa mayoritas penembakan dan pembunuhan ini merupakan serangan terarah oleh geng kriminal terhadap anggota geng dan kelompok musuh yang sedang menggelar perkumpulan saat liburan," terang Johnson dalam konferensi pers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindak kekerasan yang terjadi di Chicago selama setahun terakhir, mencetak rekor. Chicago merupakan kota terbesar ketiga di AS.
Dilaporkan surat kabar lokal, Chicago Tribune, bahwa lebih dari 750 orang tewas dibunuh di Chicago sepanjang tahun 2016. Chicago Tribune menyebut, ini menjadi pertama kalinya dalam dua dekade terakhir saat jumlah korban pembunuhan di Chicago melampaui angka 700 orang.
Jumlah kasus pembunuhan di Chicago jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah gabungan kasus-kasus pembunuhan di dua kota besar AS lainnya, Los Angeles dan New York.
Otoritas penegak hukum di kota Chicago menyatakan masalah kepemilikan senjata api secara ilegal menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka pembunuhan. Otoritas kota Chicago berencana menambah 1.000 personel kepolisian selama dua tahun ke depan, untuk membantu mencegah angka kriminalitas yang tinggi.
(nvc/nwk)











































