Polisi Australia Gagalkan Plot Aksi Teror Natal di Melbourne

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 23 Des 2016 10:33 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Melbourne, - Kepolisian Australia telah menggagalkan plot untuk melancarkan serangan teror di kota Melbourne dengan serangkaian bom di Hari Natal mendatang. Tujuh terduga teroris telah ditangkap terkait plot tersebut.

"Ini salah satu plot teroris paling besar yang telah digagalkan dalam beberapa tahun terakhir," ujar Perdana Menteri Malcolm Turnbull seperti dilansir News.com.au, Jumat (23/12/2016).

"Berita ini akan menjadi keprihatinan besar bagi seluruh warga Australia. Kita berkumpul di tempat-tempat publik saat Natal, saat Malam Tahun Baru. Itu waktu kegembiraan dan suka cita. Para teroris ini berusaha mengacaukan itu. Tapi mereka telah digagalkan," imbuh Malcolm.

Kepolisian negara bagian Victoria menyatakan, enam pria dan seorang wanita ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan Jumat dini hari waktu setempat di wilayah Melbourne. Ketujuh orang tersebut berumur 20-an tahun.

Kepala kepolisian Victoria, Graham Ashton mengatakan, plot serangan tersebut terinspirasi oleh kelompok teroris ISIS. Disebutkan bahwa para terduga teroris menargetkan tempat-tempat populer di Melbourne, termasuk Federation Square, Flinders Street Station dan Katedral St Paul.

Plot serangan tersebut digagalkan dalam operasi gabungan yang melibatkan Kepolisian Victoria, Kepolisian Federal Australia dan Organisasi Intelijen Keamanan Australia.

"Kami yakin bahwa ada niat untuk melakukan apa yang kami sebut sebagai serangan berbagai bentuk, kemungkinan pada Hari Natal," ujar Ashton.

Dikatakannya, serangan tersebut diyakini akan melibatkan penggunaan bahan peledak, dan kemungkinan juga pisau dan senjata api.

Disebutkannya, kepolisian masih menyelidiki sebuah properti di kawasan Meadow Heights, yang diyakini sebagai tempat penyimpanan bahan peledak yang akan digunakan dalam plot teror Hari Natal tersebut. (ita/ita)