Dalam pesan yang disampaikan via akun Twitter-nya, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (22/12/2016), Netanyahu menyatakan bahwa AS "hendaknya memveto resolusi anti-Israel."
Voting DK PBB atas resolusi tersebut rencananya akan dilakukan pada Kamis (22/12) pukul 15.00 waktu setempat. Resolusi DK PBB tersebut menuntut "Israel segera dan menghentikan sepenuhnya semua aktivitas permukiman di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, PBB bersikeras bahwa aktivitas pembangunan permukiman Yahudi adalah ilegal. Badan dunia tersebut juga telah berulang kali menyerukan Israel untuk menghentikan aktivitas tersebut. Namun pejabat-pejabat PBB menyatakan, justru terjadi peningkatan pembangunan permukiman Yahudi dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintahan Barack Obama juga telah menyatakan keberatan atas kebijakan permukiman Israel. Namun usai kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS pada November lalu, pemerintah Israel malah menghidupkan kembali rencana untuk membangun 500 rumah baru bagi para pemukim Israel di wilayah Yerusalem timur.
(ita/ita)











































