Juru bicara pemerintah Mohammed Momani menyatakan, para polisi ditembaki pada Selasa (20/12) saat operasi untuk memburu para tersangka penembakan di Karak yang menewaskan 10 orang. Kelompok radikal ISIS telah mengklaim serangan yang terjadi Minggu, 18 Desember tersebut.
"Operasi masih berlangsung namun telah memasuki tahap final dan akan berakhir segera," ujar Momani seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (21/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diterangkan Momani, polisi mendatangi rumah seorang terduga teroris setelah dia mengakui keterkaitan dengan kelompok ISIS. "Tersangka bergegas masuk ke dalam rumahnya dan membanting pintu. Dia berlari ke atap dan mulai menembaki, yang menyebabkan tewasnya seorang polisi," papar Momani.
Diimbuhkan Momani, tiga polisi lainnya tewas dalam baku tembak setelah pria-pria bersenjata lainnya bergabung bersama terduga teroris tersebut.
Sebelumnya pada Minggu (18/12), penembakan di Karak menewaskan tujuh polisi dan dua warga sipil Yordania, serta seorang turis Kanada. Total 34 orang lainnya luka-luka dalam insiden itu.
(ita/ita)











































