ISIS Klaim Dalangi Serangan Truk Maut di Berlin

ISIS Klaim Dalangi Serangan Truk Maut di Berlin

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 21 Des 2016 09:17 WIB
ISIS Klaim Dalangi Serangan Truk Maut di Berlin
Truk yang menewaskan 12 orang di Berlin (Reuters)
Berlin - Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan truk maut di Berlin, Jerman. ISIS menyebut salah satu 'prajuritnya' sebagai pelaku dalam insiden yang menewaskan 12 orang tersebut.

"Seorang prajurit ISIS melakukan operasi Berlin sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan warga negara-negara koalisi," demikian pernyataan ISIS seperti diposting media terkait ISIS, Amaq, dan dilansir AFP, Rabu (21/12/2016).

Namun pernyataan itu tidak menyebut lebih lanjut identitas 'prajurit' ISIS yang melakukan serangan di Berlin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Polisi Jerman Salah Tangkap Pelaku Serangan Truk Maut di Berlin

Pada Senin (19/12) malam, sebuah truk besar menabrak kerumunan orang dan kios-kios di pasar ornamen Natal yang ada di salah satu wilayah Berlin. Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka dalam insiden yang diduga Kanselir Jerman Angela Merkel sebagai serangan 'teroris'.

Kepolisian Jerman awalnya menangkap seorang pria berusia 23 tahun yang disebut sebagai pengungsi asal Pakistan yang mencari suaka di Jerman. Pria itu ditangkap setelah terlihat melompat keluar dari truk maut dan melarikan diri.

Namun dalam pemeriksaan, tersangka menyangkal keterlibatannya dalam serangan truk maut itu. Polisi Jerman juga mengakui kurangnya alat bukti untuk menjerat tersangka, sehingga polisi akhirnya melepaskan tersangka itu.

Baca juga: Sempat Ditangkap, Terduga Pelaku Serangan Truk Maut di Berlin Dilepas

Dituturkan jaksa federal Jerman bahwa mereka tidak menemukan keterkaitan antara tersangka asal Pakistan itu dengan serangan truk maut. "Pemeriksaan forensik yang dilakukan sejauh ini tidak membuktikan kehadiran tersangka di dalam kursi pengemudi truk," terang kantor jaksa setempat.

(nvc/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads