Dilansir dari AFP, Selasa (20/12/2016), akibat serangan itu Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov dinyatakan tewas. Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi label atas aksi penembakan itu sebagai tindakan aksi teror radikal.
"Hati dan doa kami bagi para korban serangan teror mengerikan. Masyarakat sipil dibunuh di jalan saat mereka bersiap untuk merayakan Natal," kata Trump dalam sebuah statemen, seperti dikutip AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di Turki, ada dua insiden yang terjadi di belahan dunia lainnya. Di Zurich, Swiss, terjadi penembakan brutal di masjid yang membuat tiga orang terluka. Kemudian di Berlin, Jerman, sebuah truk menerjang warga saat tengah berbelanja di Pasar Natal. Sembilan orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat peristiwa tersebut.
"ISIS dan teroris islam lainnya terus membantai umat kristen di masyrakat dan tempat-tempat ibadah mereka sebagai bagian dari jihad global mereka," sambung Trump.
"Ini teroris dari jaringan regional dan seluruh dunia. Mereka harus diberantas dari muka bumi, misi kita untuk bekerjasama dengan semua mitra, yang mencintai kebebasan," lanjutnya.
|
Trump juga sempat mengunggah tulisan di akun Twitter pribadinya. Dirinya menyebut serangkaian aksi ini akan memperburuk situasi dunia.
"Hari ini ada serangan teror di Turki, Swiss dan Jerman dan itu hanya semakin buruk di dunia yang beradab, kita harus mengubah pemikiran!" seperti dikutip dari akun Twitter @realDonaldTrump.
(adf/elz)











































Foto: Screenshot Twitter @realDonaldTrump