Dubes Rusia Untuk Turki Tewas Ditembak Pria Tak Dikenal

Dubes Rusia Untuk Turki Tewas Ditembak Pria Tak Dikenal

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 20 Des 2016 01:03 WIB
Dubes Rusia Untuk Turki Tewas Ditembak Pria Tak Dikenal
Foto: Internet
Ankara - Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov, ditembak pria tak dikenal. Karlov dikabarkan meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup serius.

Seorang pria tak dikenal melakukan penyerangan saat Karlov menghadiri pembukaan pameran fotografi di Ibu Kota Turki, Ankara, Senin (19/12/2016). Karlov sempat berpidato sebelum ditembak oleh pria tersebut.

Kantor berita setempat, seperti dilansir Reuter, Selasa (20/12), menyatakan penyerang langsung dilumpuhkan oleh pihak keamanan. Pasukan khusus Turki pun saat ini juga telah mengepung gedung tempat peristiwa terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga orang lainnya dikabarkan juga terluka akibat kejadian ini. Kepada Reuters, seorang saksi mengatakan suara tembakan muncul selama beberapa waktu setelah serangan.

"Itu sekarang sudah berhenti," ujar saksi tersebut.

Jurnalis Surat Kabar Hurriyet seperti dikutip Reuters mengatakan penyerang meneriakkan slogan-slogan Islam saat melakukan aksinya. Hingga saat ini masih belum jelas siapa penyerang Dubes Rusia itu.

Pada sebuah foto yang menjadi viral di Twitter, terlihat gambar seorang pria memakai setelan resmi tengah memegang pistol. Ia berdiri dekat dengan podium di galeri yang banyak tergantung gambar di dindingnya. Terlihat juga empat orang, termasuk Dubes Rusia, tergeletak di lantai.

Serangan terhadap Karlov disebut-sebut muncul terkait konflik Suriah di Turki. Hubungan Rusia dan Turki telah cukup lama penuh konflik karena kedua negara itu mendukung sisi yang berlawanan.

Wali Kota Ankara menegaskan penembakan Karlov dilakukan untuk merusak hubungan Turki-Rusia. Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyusul pasukan Suriah yang didukung Rusia tengah berusaha menguasai bagian timur kota Aleppo. Hal tersebut memicu aliran pengungsi.

Tak begitu jelas siapa yang melakukan serangan, namun ISIS diketahui telah aktif di Turki dan melakukan sejumlah serangan bom. (elz/ams)


Berita Terkait