Seperti dilansir Reuters, Senin (19/12/2016), korban tewas akibat penembakan ini dilaporkan bertambah menjadi 9 orang. Para korban tewas terdiri atas seorang turis wanita asal Kanada, tiga warga sipil dan lima personel kepolisian.
Foto: REUTERS/Muhammad HamedPolisi Yordania menyergap pelaku penembakan |
Dalam pernyataan resminya, otoritas keamanan Yordania menyatakan keempat pelaku membawa senapan otomatis. Sejumlah besar bahan peledak, persenjataan lain serta sabuk bom bunuh diri disita dari persembunyian para pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Serangan Bersenjata di Yordania, Turis Kanada dan 6 Orang Lainnya Tewas
Begitu personel kepolisian Yordania tiba di lokasi, baku tembak pun tak terhindarkan. Sejumlah saksi mata menuturkan, baku tembak antara pelaku dengan polisi berlangsung selama beberapa jam di kompleks kastil itu. Baku tembak itu memakan korban tewas dan korban luka.
Sedikitnya 10 turis berhasil diselamatkan dari lokasi penembakan oleh kepolisian setempat. Namun sedikitnya 29 orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit setempat karena luka-luka serius yang mereka derita.
Foto: REUTERS/Muhammad HamedPolisi Yordania menyergap pelaku penembakan |
Dituturkan kepolisian setempat, bahwa para pelaku terlihat datang dari kota Qatraneh yang berjarak 30 kilometer sebelah timur laut kota Karak.
Tidak dijelaskan lebih lanjut soal identitas pelaku maupun asal kelompok mereka. Hal ini memicu spekulasi bahwa insiden ini didalangi kelompok etnis setempat yang tidak suka dengan pemerintah Yordania, daripada merujuk pada kelompok radikal seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang merajalela di negara tetangga mereka, Irak dan Suriah.
Benteng bersejarah di kota Karak itu menjadi salah satu tujuan wisata paling terkenal di Yordania. Yordania juga menjadi salah satu negara Arab yang ikut serta dalam operasi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam melawan ISIS di Suriah.
Foto: REUTERS/Muhammad HamedBagian kompleks benteng Karak yang menjadi lokasi penembakan |











































Foto: REUTERS/Muhammad Hamed
Foto: REUTERS/Muhammad Hamed
Foto: REUTERS/Muhammad Hamed