Dilansir Reuters, Senin (19/12/2016), evakuasi kembali dilanjutkan setelah kesepakatan antara pemberontak dan pasukan pro-pemerintah mengizinkan evakuasi.
Pasukan pro-pemerintah sepakat untuk melakukan kesepakatan pertukaran untuk warga yang diizinkan meninggalkan dua desa Syiah yang dikepung yang oleh pemberontak. Dua desa itu adalah al-Foua dan Kefraya.
Evakuasi Aleppo sebelumnya telah terhenti sejak hari Jumat lalu (16/12) setelah terjadi ketidaksepakatan soal desa al-Foua dan Kefraya. Televisi pemerintah Suriah, mengutip korespondennya di kota itu, mengatakan pada hari Minggu bus mulai meninggalkan Aleppo timur. Lebih dari 15.000 orang berkumpul di alun-alun untuk menunggu bus.
Banyak warga yang menghabiskan malam dengan tidur di jalan-jalan dengan suhu udara yang sangat dingin. Beberapa bus dan kendaraan Bulan Sabit Merah juga tiba di pintu masuk ke dua desa, yang sebagian besar warga adalah muslim Syiah, tak lama setelah kesepakatan itu diumumkan.
Wilayah Aleppo telah dibagi antara daerah pro-pemerintah dan pemberontak dalam masa perang selama hampir enam tahun yang panjang. (nth/dnu)











































