Kerusuhan di penjara Saskatchewan di wilayah Prince Albert tersebut diawali dengan perkelahian antar napi dengan menggunakan pisau pada Rabu (14/12) sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Perkelahian itu berubah menjadi kerusuhan setelah hampir 200 tahanan menolak kembali ke sel mereka.
Lembaga Pemasyarakatan Kanada menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (16/12/2016), tiga tahanan ditemukan terluka sebagai akibat serangan para tahanan lainnya. Ketiganya telah dikirimkan ke rumah sakit dalam kondisi serius.
Namun satu dari ketiga napi tersebut, Jason Bird dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit. Pria berusia 43 tahun itu telah dipenjara sejak Februari lalu setelah divonis penjara 2,5 tahun atas pembobolan properti.
Otoritas Kanada menyatakan, para petugas penjara harus melepaskan tembakan sebagai upaya untuk menguasai kembali situasi yang rusuh. Tembakan mereka mengenai enam napi, namun luka-luka tembak yang mereka alami tidak membahayakan jiwa.
Pihak kepolisian dan Lembaga Pemasyarakatan Kanada kini tengah menyelidiki lebih lanjut insiden tersebut. (ita/ita)











































