Selama kampanye kepresidenan Trump, Friedman telah menyatakan dukungan untuk memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Israel ke Yerusalem. Pengacara bidang kepailitan tersebut juga mendukung perluasan permukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat.
"Friedman telah menjadi teman lama dan penasihat terpercaya bagi saya. Hubungannya yang kuat dengan Israel akan menjadi landasan misi diplomatiknya dan menjadi aset luar biasa bagi negara kita, seiring kita memperkuat hubungan dengan sekutu-sekutu kita dan memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah," ujar Trump dalam statemen yang dirilis timnya pada Kamis, 15 Desember waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 68 tahun terakhir, Kedubes AS di Israel berlokasi di kota Tel Aviv, sehingga jika dipindahkan ke kota Yerusalem, maka hal itu akan menjadi perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS yang telah berlangsung sejak lama. Dan sudah pasti, hal ini akan memicu kemarahan dunia muslim.
Selama ini pemerintah AS dan kebanyakan negara-negara anggota PBB tidak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Status kota tersebut telah menjadi masalah paling sulit selama konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun.
Pemerintah Palestina menganggap kota kuno Yerusalem -- yang berisi tempat-tempat suci bagi penganut Yahudi, Muslim dan Kristen -- sebagai ibukota mendatang bagi negara merdeka Palestina. Hal ini tentu bertentangan dengan pemerintah Israel, yang menyebut Yerusalem sebagai ibukota mereka.
Selama kampanye kepresidenan, Trump telah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan berjanji jika dirinya terpilih menjadi presiden AS, dia akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. (ita/ita)











































