Bahkan dilaporkan bahwa tugas-tugas yang biasanya dijalani Ibu Negara AS, akan dijalankan oleh Ivanka. Informasi ini disampaikan sejumlah sumber yang disebut memahami rencana ini, kepada CNN, Kamis (15/12/2016).
Sumber-sumber itu menyebutkan, para ajudan transisi Trump telah merencanakan dibentuknya 'Kantor Keluarga Kepresidenan' yang akan berkantor di East Wing Gedung Putih. Lokasi tersebut saat ini menjadi kantor Ibu Negara AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Trump, Melania, yang akan menjadi Ibu Negara AS masih diharapkan memainkan peranan di Gedung Putih. Namun, Ivanka diprediksi juga akan memiliki peranan tidak kalah penting dari seorang Ibu Negara AS.
Dituturkan seorang sumber bahwa Ivanka kemungkinan besar akan berperan menjadi 'hostess' atau semacam penjamu tamu Gedung Putih. Di sisi lain, wanita berusia 35 tahun itu juga akan menjadi semacam penasihat bagi sang ayah dalam berbagai isu, mulai dari cuti keluarga hingga perubahan iklim.
"Belum ada keputusan yang diambil terkait peran Ivanka," ucap juru bicara Trump, Hope Hicks, kepada CNN menanggapi laporan ini.
Baca juga: Donald Trump Pilih Bos ExxonMobil Jadi Menteri Luar Negeri AS
Posisi bagi Ivanka juga suaminya, Jared Kushner, memang belum ditentukan. Namun Kushner, seorang penerbit dan pengusaha, juga diprediksi memiliki peran sendiri di luar 'Kantor Keluarga Kepresidenan'. Indikasi terbaru menyebut, Kushner akan berkantor di West Wing Gedung Putih.
Sebagai menantu, Kushner banyak memainkan peranan penting dalam kampanye Trump. Dia juga menjadi penasihat utama Trump bersama tiga anak Trump lainnya, Donald Jr, Eric dan Ivanka. Trump sebelumnya telah menyatakan Donald Jr dan Eric akan mengambil alih kerajaan bisnisnya selama Trump menjabat Presiden AS.
Sedangkan Kushner dan Ivanka dilaporkan akan pindah ke Washington DC dan bekerja bersama Trump dalam pemerintahan. Dua sumber lainnya menuturkan kepada CNN, bahwa pasangan muda ini berada di Georgetown, Washington DC sepanjang Minggu (11/12), untuk berburu rumah baru.
Baca juga: Mengapa Tak Ada Artis yang Mau Tampil di Pelantikan Donald Trump?
Rincian soal berbagai informasi ini masih gelap. Baik karena tidak transparannya Trump dan juga aturan hukum federal AS soal nepotisme dalam pemerintahan. Mulai diberlakukan tahun 1967, aturan hukum itu menyatakan tidak boleh ada pejabat publik, baik dari level Presiden hingga manajer kelas bawah pada lembaga federal pemerintah, yang memperkerjakan atau mempromosikan kerabatnya.
Kushner yang terkait dengan Trump karena hubungan ayah-menantu dan bukan kerabat sedarah, juga masuk dalam aturan itu. Bahkan aturan hukum itu secara spesifik menyebut menantu sebagai bagian kerabat yang masuk dalam larangan itu.
Namun demikian, ada celah dalam larangan itu, yakni setiap pihak yang dipekerjakan yang kedapatan melanggar hukum itu dinyatakan 'tidak berhak mendapat bayaran' oleh pemerintah federal. Dalam kasus ini, Ivanka dan Kushner meski tidak digaji namun masih bisa menjalankan tugas dalam pemerintahan.
(nvc/nwk)











































