"Dia ditembak oleh unit-unit kepolisian yang merespons. Sedangkan polisi tersebut diobati di lokasi karena luka-luka ringan," ujar juru bicara kepolisian Israel seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (15/12/2016).
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, pelaku penyerangan meninggal di rumah sakit. Tidak disebutkan identitasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya 230 warga Palestina telah tewas dalam gelombang kekerasan di wilayah Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem sejak Oktober 2015. Otoritas Israel menyatakan, setidaknya 156 orang di antara warga Palestina yang tewas itu adalah para penyerang yang menargetkan aparat keamanan Israel dengan menggunakan pisau. Sebagian lainnya tewas dalam bentrokan dan aksi-aksi protes.
Dalam kurun waktu yang sama, kekerasan tersebut juga telah menewaskan setidaknya 33 warga Israel dan dua warga Amerika Serikat.
Pejabat-pejabat Palestina menuding kepolisian dan tentara Israel menggunakan kekerasan secara berlebihan terhadap para penyerang. Disebutkan bahwa banyak pelaku yang bisa dihentikan atau ditahan tanpa harus dibunuh. (ita/ita)










































