Mantan diplomat yang tidak disebut namanya ini pernah diadili sebelumnya, secara in absentia, atas kasus pemerkosaan brutal di Swiss tahun 2001. Dia bahkan telah dijatuhi vonis 13 tahun penjara atas pemerkosaan sarat penyiksaan terhadap wanita paruh baya berusia 60 tahun pada tahun 1997.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (14/12/2016), mantan diplomat ini diketahui pernah menjabat sebagai diplomat Suriah untuk PBB di Jenewa, Swiss. Dia ditangkap otoritas Prancis pada Selasa (13/12) waktu setempat. Mantan diplomat ini tinggal di Versailles dengan menggunakan identitas 'baru'.
"Menggunakan identitas baru, dengan status pengungsi politik," sebut kantor jaksa Jenewa dalam keterangannya.
Otoritas kehakiman Swiss telah mengajukan permohonan ekstradisi pada pemerintah Prancis, agar mantan diplomat ini bisa menjalani masa hukumannya di penjara Swiss.
Dijelaskan jaksa Vincent Derouand dari kantor jaksa Jenewa, bahwa saat masih menjadi diplomat aktif, pria menyangkal dakwaan pemerkosaan yang dijeratkan kepadanya. Setelah otoritas Swiss meminta pemerintah Suriah untuk mencabut kekebalan diplomatiknya, dia mendadak dipanggil pulang ke Damaskus pada akhir tahun 1997. Pria ini kemudian kehilangan kekebalan diplomatiknya di Swiss.
"Sekitar setahun kemudian, dia ditangkap di Jerman dan diekstradisi ke Swiss," tutur Derouand kepada Reuters.
"Dia kemudian ditahan di tahanan pencegahan tapi kemudian bebas setelah membayar jaminan dan kabur," imbuhnya.
Surat kabar lokal, Le Temps, melaporkan bahwa mantan diplomat ini tidak pernah hadir dalam persidangan kasusnya hingga akhirnya divonis secara in absentia. Wanita paruh baya yang diperkosanya ditemui mantan diplomat ini di salah satu spa di Swiss. Saat kejahatan itu terjadi, mantan diplomat ini berusia 35 tahun.
(nvc/nwk)











































