Donald Trump Pilih Bos ExxonMobil Jadi Menteri Luar Negeri AS

Donald Trump Pilih Bos ExxonMobil Jadi Menteri Luar Negeri AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 13 Des 2016 17:27 WIB
Donald Trump Pilih Bos ExxonMobil Jadi Menteri Luar Negeri AS
Donald Trump dan Melania (Foto: ist, Getty Images)
Washington, - Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah memilih bos ExxonMobil Rex Tillerson sebagai Menteri Luar Negeri. Penunjukkan Tillerson ini diperkirakan akan memicu perdebatan sengit dalam sidang konfirmasi Senat AS mengenai kedekatan pengusaha minyak itu dengan Rusia.

"Saya akan membuat pengumuman mengenai Menteri Luar Negeri berikutnya pagi besok," kata Trump pada Senin (12/12) malam waktu setempat lewat akun Twitter miliknya, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (13/12/2016).

Namun media-media AS, termasuk The New York Times, Washington Post dan NBC News menyebutkan, Trump telah menjatuhkan pilihan pada Tillerson setelah mempertimbangkan para kandidat lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya ada delapan atau sembilan kandidat untuk posisi diplomat tertinggi nasional tersebut, termasuk mantan direktur CIA David Petraeus dan mantan Duta Besar AS untuk PBB John Bolton. Juga termasuk mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney, yang kerap mengkritik Trump.

Jika benar Trump memilih Tillerson -- yang tak memiliki latar belakang formal kebijakan luar negeri -- tentunya ini akan mendapat perdebatan sengit dalam sidang konfirmasi Senat.

Sebagai presiden dan CEO ExxonMobil, pria berumur 64 tahun itu memimpin aktivitas bisnis raksasa minyak tersebut di lebih dari 50 negara. Dia diketahui menentang sanksi-sanksi terhadap Rusia. Pada tahun 2013, pria asal Texas itu mendapatkan hadiah Russia's Order of Friendship dari Presiden Rusia Vladimir Putin setelah beberapa tahun proyek-proyek Exxon di Rusia.

Trump telah memuji Tillerson sebagai "lebih dari seorang pebisnis." "Maksud saya, dia pemain kelas dunia," tutur Trump dalam wawancara di Fox News, Minggu (11/12) waktu setempat. "Dia mengenal banyak pemain dan dia sangat mengenal mereka," imbuhnya.

"Dia melakukan kesepkatan-kesepakatan masiv di Rusia. Dia melakukan kesepakatan-kesepakatan masiv untuk perusahaan, bukan untuk dirinya sendiri, untuk perusahaan," imbuh Trump memuji Tillerson. (ita/ita)


Berita Terkait