Gereja Ambruk di Nigeria, Setidaknya 100 Orang Tewas

Gereja Ambruk di Nigeria, Setidaknya 100 Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 12 Des 2016 11:28 WIB
Gereja Ambruk di Nigeria, Setidaknya 100 Orang Tewas
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Abuja, - Sebuah gereja di Nigeria ambruk saat para jemaat tengah berkumpul untuk sebuah seremoni. Akibatnya, setidaknya 100 orang dilaporkan tewas dalam insiden itu.

Banyaknya korban jiwa tersebut disampaikan oleh warga setempat dan fotografer yang mendatangi rumah jenazah.

"Di rumah sakit University of Uyo tempat saya sekarang berada, saya bisa melihat lebih dari seratus jenazah, banyak yang saling menumpuk satu sama lain di lantai," ujar fotografer bernama Ini Samuel seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (12/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Samuel, saksi mata juga mengatakan bahwa karena begitu banyaknya jasad, maka satu kantong jenazah berisi empat jasad.

Menurut Gary Ubong, seorang warga setempat, atap gereja tersebut ambruk menimpa para jemaat saat seorang pastur ditasbihkan menjadi uskup. Prosesi itu dihadiri para pejabat pemerintah.

"Saksi mata juga mengatakan kemarin, jasad-jasad dimasukkan dalam satu kantong tiap empat jasad

"Saya melihat lebih dari 100 jasad yang dibawa keluar gereja," ujar Ubong yang mengaku bergegas datang ke lokasi setelah gereja ambruk. "Saya juga pergi ke dua rumah sakit dan melihat tumpukan jasad yang sulit untuk dihitung," imbuhnya.

Namun angka korban jiwa tersebut berbeda dengan yang disampaikan otoritas Nigeria. Juru bicara kepolisian nasional Cordelia Nwawe mengatakan, 27 orang tewas dan 30 orang luka-luka dalam insiden yang menimpa gereja Reigners Bible di kota Uyo, ibukota negeri bagian Akwa Ibom pada Sabtu, 10 Desember waktu setempat itu.

Seorang warga Uyo lainnya, Akpan Eminem mengatakan, dirinya diberitahukan oleh staf rumah sakit bahwa 79 orang tewas dalam kejadian itu.

Kantor berita pemerintah Nigeria, NAN melaporkan, gubernur setempat Udom Emmanuel memerintahkan penangkapan kontraktor gedung gereja atas insiden tersebut.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini