Meski begitu Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail yakin warga Muslim dan Kristen di Mesir akan bersatu untuk melawan segala bentuk terorisme.
"Bangsa Muslim dan Kristen akan berdiri bersama untuk melawan terorisme ini," kata Ismail seperti dilansir dari AFP, Senin (12/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ledakan Bom Guncang Gereja di Kairo, 25 Orang Tewas
Presiden Mesir Abdul Fattah Said Hussein Khalil as-Sisi menyebut serangan di Katedral sebagai serangan teroris yang menjijikkan. Namun ia yakin Mesir akan menjadi lebih kuat pasca kejadian ini.
"Mesir hanya akan lebih kuat dan lebih bersatu dari peristiwa ini," ujar presiden.
Pengeboman terjadi pada hari libur nasional dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Saat pengeboman terjadi, jamaah gereja tengah melaksanakan misa.
Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini turut berbela sungkawa atas apa yang terjadi di Kairo. Ia menegaskan bahwa Uni Eropa bersama-sama dengan Mesir untuk melawan segala macam tindak terorisme.
"Kami bersama dengan Mesir dalam upaya mengalahkan terorisme," tutur Mogherini. (rna/rna)










































