Sejauh ini belum ada kelompok atau pihak manapun yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di jalan Al Haram, yang menuju ke kawasan Piramida tersebut. Menurut sumber-sumber keamanan Mesir seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (9/12/2016), empat warga sipil juga terluka dalam insiden itu.
Serangan bom itu terjadi di dekat sebuah gedung pemerintah di kawasan kelas menengah di Kairo. Ini merupakan serangan terbaru dari serangkaian insiden keamanan di Mesir yang kerap diklaim oleh para Islamis radikal.
Sebelumnya pada Selasa, 6 Desember waktu setempat, aparat kepolisian Mesir menewaskan tiga pria bersenjata dalam penyerbuan ke sebuah tempat persembunyian di wilayah Mesir selatan. Menurut kepolisian Mesir, tempat persembunyian itu digunakan oleh sebuah sayap bersenjata kelompok Ikhwanul Muslimin, yang mengklaim bertanggung jawab atas upaya pembunuhan seorang jaksa senior pada September lalu.
Seorang jenderal Mesir tewas ditembak para militan di dekat rumahnya di Sinai Utara pada 4 November lalu. Kelompok radikal ISIS mengklaim penembakan itu. Dia merupakan perwira militer kedua yang ditembak mati dalam beberapa pekan ini.
Serangan-serangan militan telah meningkat sejak militer Mesir menggulingkan Presiden Mohamed Morsi dari Ikhwanul Muslimin pada tahun 2013, menyusul aksi-aksi demo massal memprotes kepemimpinannya. Usai tergulingnya Morsi, Ikhwanul Muslimin yang merupakan gerakan Islamis tertua di Mesir, dinyatakan sebagai organisasi terlarang. (ita/ita)











































