Dituturkan sumber dari kantor jaksa penuntut umum setempat, seperti dilansir AFP, Kamis (8/12/2016), pelaku yang diidentifikasi bernama Rafael Uribe Noguera ini telah ditahan otoritas setempat. Pengadilan Kolombia, pada Rabu (7/12), memerintahkan penahanan Noguera selama penyelidikan berlangsung.
Noguera tengah diselidiki atas tindak pemerkosaan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap bocah perempuan bernama Yuliana Samboni. Noguera dilaporkan menyangkal dakwaan yang dijeratkan kepadanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa yang menangani kasus ini menyebut Noguera menculik korban dari kawasan miskin di sebelah timur Bogota pada Minggu (4/12) waktu setempat. Noguera kemudian membawa korban ke apartemen mewah miliknya, yang kemudian menjadi lokasi temuan jasad korban.
Disebutkan jaksa, bahwa Noguera sempat menjalani perawatan medis di klinik setempat, usai pembunuhan itu terjadi. Dilaporkan dia dirawat karena keracunan alkohol dan obat-obatan.
Kasus ini memicu kemarahan publik Kolombia, yang banyak berkumpul di luar klinik tempat Noguera dirawat dan meneriakkan tuntutan agar keadilan ditegakkan. Polisi membawa Noguera yang telah mengenakan rompi antipeluru keluar dari klinik dan membawanya ke pengadilan dengan menggunakan mobil lapis baja, pada Selasa (6/12) malam setempat.
Dilaporkan berbagai media Kolombia, bahwa Noguera bersikeras dirinya tidak bersalah saat dihadapkan ke pengadilan. Dia dijeratkan beberapa dakwaan pidana, seperti pembunuhan, penyiksaan, penculikan dan pemerkosaan.
Kehebohan yang dipicu kasus ini sampai ke telinga Presiden Kolombia Juan Manuel Santos yang melontarkan kecamannya via Twitter. "Menyerukan agar hukum ditegakkan untuk pelaku," tegasnya.
Secara terpisah, parlemen Kolombia mulai mengajukan rancangan undang-undang untuk memperberat hukuman bagi setiap tindak pidana pembunuhan dan pemerkosaan anak-anak.
(nvc/fdn)










































