Lepas Tembakan di Restoran Pizza karena Berita Palsu, Pria AS Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Des 2016 16:49 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
Washington DC - Seorang pria di Washington DC, Amerika Serikat (AS), ditangkap setelah melepas tembakan di dalam restoran pizza setempat. Pria ini mengaku hendak menyelidiki jaringan seks anak yang menyeret restoran pizza itu, yang sebenarnya merupakan berita palsu yang beredar di internet.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Senin (5/12/2016), pria yang diidentifikasi bernama Edgar Maddison Welch (28) itu mendatangi restoran pizza bernama Comet Ping Pong, pada Minggu (4/12) malam waktu setempat, sambil membawa senapan serbu. Restoran itu terletak di dekat perbatasan Maryland.

Disebutkan kepolisian setempat, begitu masuk ke restoran itu, Welch langsung menodongkan senapan yang dibawanya ke arah salah satu pegawai. Untungnya, pegawai restoran yang tidak disebut namanya itu berhasil kabul dan melapor ke polisi setempat.

Para pengunjung restoran yang saat itu dipenuhi rombongan keluarga beserta anak-anak, berlarian keluar gedung restoran. Polisi menyebut, Welch sempat melepas tembakan di dalam restoran. Dilaporkan tidak ada korban jiwa akibat tembakan itu.

Polisi yang tiba di lokasi langsung menangkap Welch. Dua senjata api ditemukan polisi di dalam restoran dan satu lagi senjata tambahan ditemukan di dalam kendaraan yang dikendarai Welch. Kepolisian menjerat Welch atas dakwaan penyerangan dengan senjata berbahaya.

Saat diinterogasi polisi setempat, Welch yang berasal dari Salisbury, North Carolina itu mengaku dirinya datang ke restoran pizza itu untuk menyelidiki teori konspirasi online bernama 'Pizza Gate' yang dilaporkan merupakan kisah rekayasa.

"Selama diinterogasi, tersangka mengaku dirinya datang ke restoran untuk menyelidiki sendiri 'Pizza Gate'," demikian pernyataan Kepolisian Metropolitan Washington DC.

'Pizza Gate' merupakan nama yang diberikan untuk berita palsu di internet, yang menuding restoran pizza Comet Ping Pong dan pemiliknya terlibat jaringan seks anak. Pemilik restoran itu, James Alefantis, telah membantah tudingan itu mentah-mentah. Namun berita palsu itu terus menyebar luas di internet. Alefantis dan juga para pegawai restoran pizza itu mengaku berulang kali mendapat berbagai ancaman via media sosial, terkait berita palsu itu.

Motif penyebaran berita palsu itu tidak diketahui pasti. Namun disebutkan dalam berita palsu yang mulai beredar sebelum pilpres AS, November lalu itu, bahwa capres Partai Demokrat Hillary Clinton dan manajer kampanyenya, John Podesta, memimpin jaringan seks anak di restoran tersebut.

(nvc/ita)