Berniat Cari Sendiri Puing MH370, Keluarga Korban Terbang ke Madagaskar

Berniat Cari Sendiri Puing MH370, Keluarga Korban Terbang ke Madagaskar

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 03 Des 2016 18:03 WIB
Berniat Cari Sendiri Puing MH370, Keluarga Korban Terbang ke Madagaskar
Pencarian MH370 telah berlangsung selama 2 tahun (AFP)
Kuala Lumpur - Keluarga korban tragedi Malaysia Airlines (MAS) MH370 berniat melakukan pencarian sendiri ke Madagaskar. Hal ini demi mendorong pemerintah terkait untuk memperluas area pencarian hingga ke pantai timur Afrika.

MH370 yang membawa 239 penumpang dan awak menghilang saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China pada 8 Maret 2014. Hilangnya MH370 yang menjadi misteri, memicu pencarian besar-besaran di perairan Samudera Hindia bagian selatan, yang pada Sabtu (3/12) memasuki hari ke-1000.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (3/12/2016), kelompok Voice 370, yang mendukung keluarga korban MH370, melakukan perjalanan ke Madagaskar dengan harapan bisa menyisir wilayah pantai untuk mencari puing MH370.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Laporan Terbaru Australia: MH370 Menukik Tajam Sebelum Hilang

Sebelum berangkat ke Madagaskar, juru bicara kelompok Voice 370, Grace Subathirai Nathan, mengharapkan agar perjalanan itu bisa memacu pemerintah Malaysia, China dan Australia untuk mencari puing di sepanjang pantai timur Afrika. Wilayah itu menjadi lokasi temuan puing yang telah dipastikan MH370.

"Setelah berbagai upaya dan berulang kali permintaan untuk pengerahan pencarian di sepanjang pantai, tidak ada tindakan apa-apa," tutur Nathan yang berprofesi sebagai pengacara ini.

"Jadi ini menjadi tanggung jawab kami untuk melakukan pencarian ini secara langsung," imbuh wanita yang ibundanya ada di dalam MH370.

Baca juga: Puing Sayap di Mauritius Dipastikan Bagian dari MH370

Grace merupakan salah satu dari empat warga Malaysia yang berangkat ke Madagaskar bersama dua warga China serta satu warga Prancis, pada Sabtu (3/12) waktu setempat. Perjalanan ini dimaksudkan memburu puing pesawat dan meningkatkan kewaspadaan warga lokal dalam mengenali temuan puing.

Begitu tiba di Madagaskar, tutur Grace, mereka akan menyebarkan brosur yang isinya mendidik warga lokal soal cara mengidentifikasi puing pesawat. "Kami ingin menjangkau sejauh dan seluas mungkin di Madagaskar hingga ke kawasan pantai, ke desa-desa. Kami ingin berbicara dengan sebanyak mungkin LSM," imbuhnya.

Sedikitnya tiga puing pesawat yang dipastikan MH370 ditemukan di kawasan pantai Mauritius, Tanzania dan Pulau Reunion, yang masih masuk wilayah kedaulatan Prancis. Para penyidik masih memeriksa sejumlah puing lainnya yang ditemukan di Mozambik dan Afrika Selatan.

Baca juga: Malaysia Pastikan Puing Pesawat dari Tanzania Berasal dari MH370

Pencarian di Samudera Hindia bagian selatan diperkirakan akan berakhir pada akhir tahun ini, setelah tim yang dipimpin Australia menyelesaikan penyisiran wilayah perairan seluas 120 ribu kilometer persegi.

"Kami ingin dunia tahu bahwa hanya karena pencarian akan diakhiri, bukan berakhir pencarian berakhir bagi kami. Masih banyak hal yang dipertaruhkan," tegas Grace.

(nvc/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads