Operasi militer Myanmar di wilayah Rakhine sejak beberapa waktu lalu memakan korban jiwa, dengan sedikitnya 86 orang tewas dan 10 ribu warga kabur ke Bangladesh. Operasi militer itu digelar setelah pos perbatasan di Rakhine diserang kelompok militan setempat pada 9 Oktober lalu. Sembilan polisi Myanmar tewas dalam serangan tersebut.
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi beberapa waktu lalu menunjuk komisi khusus beranggotakan 9 orang untuk menyelidiki pemicu konflik di Rakhine. Komisi itu dibentuk Suu Kyi di tengah tekanan internasional untuk menyelidiki serangan awal di Rakhine dan juga tuduhan praktik pelanggaran HAM oleh militer Myanmar. Ada tiga anggota asing dalam komisi itu termasuk Annan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir Reuters, Jumat (2/12/2016), Annan dan anggota komisi lainnya juga disambut oleh Kepala Menteri Rakhine Nyi Pu saat tiba di bandara setempat. Komisi ini pernah berkunjung ke Rakhine pada September lalu.
Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun |
Dalam kunjungannya kali ini, mereka juga 'disambut' oleh lebih dari 100 demonstran. Para demonstran membawa poster bertuliskan 'Larang Komisi Kofi Annan' sambil meneriakkan: "Kami tidak ingin Komisi Kofi Annan."
Foto: REUTERS/Soe Zeya TunUnjuk rasa warga Rakhine menolak Kofi Annan |
Personel kepolisian setempat, sebagian memakai rompi anti peluru dan membawa senapan, disiagakan mengawal demonstran. "Isu Rakhine merupakan persoalan dalam negeri. Kami tidak bisa menerima intervensi dari orang luar," terang seorang petani setempat, Maung Khin, yang ikut dalam unjuk rasa itu.
Foto: REUTERS/Soe Zeya TunUnjuk rasa warga Rakhine menolak Kofi Annan |
"Kami tidak membutuhkan warga asing mengurusi persoalan dalam negeri kami. Ini menunjukkan bagaimana pemerintah salah menangani kasus ini," imbuhnya.
Baca juga: Aung San Suu Kyi Tunda Kunjungan ke Indonesia
Warga dan kelompok HAM menuding tentara Myanmar melakukan pemerkosaan terhadap wanita-wanita Rohingya, membakar rumah warga dan membunuh warga sipil dalam operasi militernya. Militer dan pemerintah Myanmar telah membantah tudingan itu.
Foto: REUTERS/Soe Zeya TunUnjuk rasa warga Rakhine menolak Kofi Annan |
Pekan ini, pejabat PBB menyebut lebih dari 10 ribu orang kabur dari Rakhine ke Bangladesh untuk menghindari konflik.
(nvc/ita)












































Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun
Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun
Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun
Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun