Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Kunjungi Myanmar di Tengah Krisis Rohingya

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Kunjungi Myanmar di Tengah Krisis Rohingya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 02 Des 2016 14:26 WIB
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Kunjungi Myanmar di Tengah Krisis Rohingya
Kofi Annan saat tiba di Rakhine, Myanmar (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Rakhine - Sebuah tim yang dipimpin oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan datang mengunjungi wilayah Rakhine, Myanmar, yang sedang dilanda krisis kemanusiaan. Annan akan menghabiskan waktu selama sehari di Sittwe, ibu kota Rakhine, yang menjadi tempat tinggal minoritas Rohingya.

Operasi militer Myanmar di wilayah Rakhine sejak beberapa waktu lalu memakan korban jiwa, dengan sedikitnya 86 orang tewas dan 10 ribu warga kabur ke Bangladesh. Operasi militer itu digelar setelah pos perbatasan di Rakhine diserang kelompok militan setempat pada 9 Oktober lalu. Sembilan polisi Myanmar tewas dalam serangan tersebut.

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi beberapa waktu lalu menunjuk komisi khusus beranggotakan 9 orang untuk menyelidiki pemicu konflik di Rakhine. Komisi itu dibentuk Suu Kyi di tengah tekanan internasional untuk menyelidiki serangan awal di Rakhine dan juga tuduhan praktik pelanggaran HAM oleh militer Myanmar. Ada tiga anggota asing dalam komisi itu termasuk Annan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: PBB: Sudah 10 Ribu Warga Rohingya Melarikan Diri ke Bangladesh

Seperti dilansir Reuters, Jumat (2/12/2016), Annan dan anggota komisi lainnya juga disambut oleh Kepala Menteri Rakhine Nyi Pu saat tiba di bandara setempat. Komisi ini pernah berkunjung ke Rakhine pada September lalu.

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Kunjungi Myanmar di Tengah Krisis RohingyaFoto: REUTERS/Soe Zeya Tun

Dalam kunjungannya kali ini, mereka juga 'disambut' oleh lebih dari 100 demonstran. Para demonstran membawa poster bertuliskan 'Larang Komisi Kofi Annan' sambil meneriakkan: "Kami tidak ingin Komisi Kofi Annan."

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Kunjungi Myanmar di Tengah Krisis RohingyaFoto: REUTERS/Soe Zeya Tun
Unjuk rasa warga Rakhine menolak Kofi Annan

Personel kepolisian setempat, sebagian memakai rompi anti peluru dan membawa senapan, disiagakan mengawal demonstran. "Isu Rakhine merupakan persoalan dalam negeri. Kami tidak bisa menerima intervensi dari orang luar," terang seorang petani setempat, Maung Khin, yang ikut dalam unjuk rasa itu.

Unjuk rasa warga Rakhine menolak Kofi AnnanFoto: REUTERS/Soe Zeya Tun
Unjuk rasa warga Rakhine menolak Kofi Annan

"Kami tidak membutuhkan warga asing mengurusi persoalan dalam negeri kami. Ini menunjukkan bagaimana pemerintah salah menangani kasus ini," imbuhnya.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Tunda Kunjungan ke Indonesia

Warga dan kelompok HAM menuding tentara Myanmar melakukan pemerkosaan terhadap wanita-wanita Rohingya, membakar rumah warga dan membunuh warga sipil dalam operasi militernya. Militer dan pemerintah Myanmar telah membantah tudingan itu.

Unjuk rasa warga Rakhine menolak Kofi AnnanFoto: REUTERS/Soe Zeya Tun
Unjuk rasa warga Rakhine menolak Kofi Annan

Pekan ini, pejabat PBB menyebut lebih dari 10 ribu orang kabur dari Rakhine ke Bangladesh untuk menghindari konflik.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads