Kantor kejaksaan federal menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/12/2016), keenam orang tersebut ditahan pada Rabu, 30 November waktu setempat menyusul penggerebekan di delapan rumah di wilayah Charleroi, sebelah selatan ibukota Brussels. Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam, beberapa di antaranya mirip dengan yang digunakan dalam serangan terhadap polwan tersebut.
Dalam insiden yang terjadi pada 6 Agustus lalu, seorang pria bersenjata golok menyerang dua polwan di luar kantor polisi di Charleroi. Pria tersebut kemudian tewas ditembak oleh polisi lainnya. Sedangkan kedua polwan yang diserang mengalami luka-luka serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para jaksa Belgia menyatakan, pria yang diidentifikasi berinisial K.B tersebut pernah memiliki catatan kriminal, namun tidak pernah terlibat terorisme.
Belgia telah dalam keadaan siaga penuh sejak para pengebom bunuh diri beraksi di bandara Brussels dan sebuah stasiun kereta dekat markas besar Uni Eropa pada 22 Maret lalu. Sebanyak 32 orang tewas dalam serangan-serangan bom tersebut.
Kelompok radikal ISIS juga mengklaim serangan-serangan bom tersebut. ISIS juga telah mengklaim sejumlah serangan teror di Eropa dalam setahun terakhir, termasuk serangan-serangan di Paris, Prancis yang menewaskan 130 orang. (ita/ita)










































