Demikian disampaikan Komite Palang Merah Internasional, ICRC seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/11/2016).
Menurut Krista Armstrong, juru bicara ICRC yang berbasis di Jenewa, Swiss tersebut, angka 20 ribu tersebut merupakan angka perkiraan. Dikatakan Armstrong, situasi di wilayah tersebut terus berubah-ubah. Ditambahkannya, warga yang pergi dari berbagai arah tersebut, berusaha mencari perlindungan dari pertempuran brutal yang berlangsung di Aleppo timur.
Kepala kemanusiaan PBB, Stephen O'Brien sebelumnya mengatakan, jumlah warga yang pergi dari Aleppo timur mencapai sekitar 16 ribu orang.
Eksodus warga sipil ini terjadi seiring pasukan pemerintah Suriah terus melancarkan serangan-serangan terhadap para pemberontak di Aleppo timur. Operasi pasukan pemerintah Suriah untuk merebut kembali wilayah Aleppo yang dikuasai pemberontak itu, telah memicu keprihatinan internasional.
Terkait pertempuran di Aleppo, Prancis telah menyerukan digelarnya sesi sidang Dewan Keamanan PBB untuk membahas konflik tersebut. (ita/ita)











































