ISIS Mengklaim Aksi Penikaman Massal di Kampus Ohio

ISIS Mengklaim Aksi Penikaman Massal di Kampus Ohio

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Rabu, 30 Nov 2016 04:03 WIB
ISIS Mengklaim Aksi Penikaman Massal di Kampus Ohio
Foto: AFP
Ohio - Mahasiswa Univesitas Ohio, Amerika Serikat, Abdul Razak Ali Artan, tewas ditembak setelah melakukan aksi penikaman massal di kampusnya sendiri. Kelompok radikal ISIS mengklaim penyerangan yang dilakukan Artan tersebut.

Kantor berita Amaq yang berafiliasi dengan ISIS menyebut Artan bagian dari ISIS.

"Pelaku penyerangan di Ohio adalah seorang prajurit dari ISIS," sebut kantor berita Amaq yang mengutip sumber dari internal ISIS, dilansir dari AFP, Rabu (30/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia melaksanakan operasi yang menargetkan penduduk dari negara-negara koalisi internasional," sambungnya.

Artan merupakan seorang mahasiswa di Universitas Ohio. Dia tewas ditembak oleh polisi setelah menabrakkan kendaraannya ke kerumunan orang dan menyerang mereka dengan sebilah pisau. Sebanyak 11 orang terluka dalam serangan itu.

Menurut media AS, keluarga Artan tiba di negara itu dari Somalia melalui Pakistan pada tahun 2014. Dia mengambil jurusan Manajemen Logistik di universitas tersebut. Dalam sebuah wawancara di media mahasiwa The Lantern bulan lalu, Artan mengeluhkan terbatasnya tempat beribadah di dalam kampus.

"Jika orang-orang melihatku, seorang muslim sedang beribadah, saya tidak tahu apa yang akan mereka pikirkan, apa yang akan terjadi," kata Artan.

Sebuah postingan di akun Facebook juga dikaitkan dengan Artan. "Saya sudah tidak tahan lagi. Amerika! berhenti mencampuri negara-negara lain, khususnya negera Islam. Kami tidak lemah. Kami tidak lemah, ingat itu!" demikian diberitakan televis ABC yang mengutip tulisan dalam sebuah akun Facebook.

Otoritas setempat meyakini Artan bertindak sendirian dalam aksinya. Kepala Kepolisian Columbus, Kim Jacobs, menyatakan pihaknya menyelidiki 'kemungkinan' serangan ini bermotif terorisme.


(tfq/rna)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads