"Hampir 10.000 warga sipil telah melarikan diri dari Aleppo timur sejak malam Sabtu (26/11) hingga Minggu (27/11)," demikian disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/11/2016).
"Setidaknya 6.000 orang di antara mereka pergi ke kawasan Sheikh Maksoud, sisanya pergi ke zona-zona pemerintah di Aleppo," demikian disampaikan.
Dalam pertempuran dengan para pemberontak, pasukan pemerintah Suriah pada akhir pekan lalu, berhasil merebut kembali enam distrik di Aleppo timur yang dikuasai pemberontak. Hal itu membuat banyak warga sipil melarikan diri seiring operasi pasukan pemerintah terus berlanjut untuk merebut sepenuhnya kota Aleppo.
Disampaikan Observatory, pada Minggu, 27 November, atau hari ke-13 operasi tersebut, pasukan pemerintah berhasil menguasai kawasan-kawasan Jabal Badra, Baadeeen Inzarat, Al-Sakan, al-Shaabi dan Ain al-Tall.
Menurut Observatory, pasukan pemerintah Suriah saat ini menguasai sebagian besar wilayah utara Aleppo.
Sekitar 250 ribu warga sipil yang terkepung selama berbulan-bulan di Aleppo timur, telah mengalami krisis pangan serius dan kekurangan bahan bakar. Kota Aleppo yang tadinya merupakan pusat komersil dan industri, telah menjadi salah satu ajang pertempuran terparah dalam perang Suriah yang telah berlangsung nyaris enam tahun ini. (ita/ita)











































