Hindari Konflik di Myanmar, Makin Banyak Warga Rohingya Kabur ke Bangladesh

Hindari Konflik di Myanmar, Makin Banyak Warga Rohingya Kabur ke Bangladesh

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 24 Nov 2016 18:41 WIB
Hindari Konflik di Myanmar, Makin Banyak Warga Rohingya Kabur ke Bangladesh
Penjaga perbatasan Bangladesh di Sungai Raaf (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Yangon - Semakin banyak warga etnis Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar ke negara tetangga Bangladesh. Mereka melarikan diri dari kekerasan yang menewaskan 86 orang dan memaksa 30 ribu orang kehilangan tempat tinggal di Rakhine, Myanmar.

Beberapa warga Rohingya nekat menumpang kapal untuk kabur ke Bangladesh via sungai. Bangladesh sendiri berbatasan langsung dengan Myanmar sebelah barat. Namun risiko menumpang kapal meningkat, setelah sebuah kapal tenggelam di tengah maraknya aliran imigran dari Myanmar ke Bangladesh.

Pos perbatasan Bangladesh Foto: REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Pos perbatasan Bangladesh

Seperti dilansir Reuters, Kamis (24/11/2016), sejumlah pengungsi Rohingya dilaporkan hilang sejak Selasa (22/11), setelah sekelompok dari mereka menyeberangi Sungai Raaf yang memisahkan Myanmar dan Bangladesh. Pengungsi Rohingya yang berhasil masuk ke Bangladesh, tinggal di kamp pengungsi atau rumah-rumah warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada sekelompok orang dari desa kami yang menyeberangi sungai dengan kapal untuk datang ke sini, tapi tiba-tiba kapalnya tenggelam," terang seorang warga Rohingya, Humayun Kabir, yang ketiga anaknya masih hilang sejak insiden itu. Banyak dari pengungsi itu yang bisa berenang hingga ke tepi sungai, namun sekitar 7 orang masih hilang, termasuk ketiga anak Kabir.

Baca juga: Negara Barat Makin Prihatin Akan Cara Suu Kyi Tangani Kekerasan di Myanmar

Tentara Myanmar dikerahkan ke Rakhine, sepanjang perbatasan dengan Bangladesh, usai terjadi serangan terkoordinasi pada tiga pos keamanan perbatasan, 9 Oktober lalu, yang menewaskan 9 polisi Myanmar. Warga Rohingya dan berbagai kelompok HAM menuding militer dan pasukan perbatasan Myanmar memperkosa wanita Rohingya, membakar rumah-rumah dan membunuh warga sipil selama operasi di Rakhine tersebut. Otoritas dan militer Myanmar menyangkal tudingan itu.

Pada Rabu (23/11), pemerintah Bangladesh memanggil Duta Besar Myanmar untuk menyampaikan kekhawatiran atas situasi terkini.

Pengungsi Rohingya di perbatasan BangladeshFoto: REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh

"Meskipun ada upaya tulus dari penjaga perbatasan kami untuk mencegah aliran masuk, ribuan warga Myanmar yang tertekan termasuk wanita, anak-anak, dan warga lanjut usia terus melintasi perbatasan ke Bangladesh. Ribuan orang lainnya dilaporkan berkumpul di perlintasan perbatasan," tutur pejabat senior Kementerian Luar Negeri Bangladesh, Kamrul Ahsan.

Ahsan meminta Myanmar untuk membantu Bangladesh menjaga integritas perbatasannya. Bangladesh juga memprotes ketidaknetralan media-media Myanmar yang seolah-olah menyalahkan Bangladesh atas insiden di Myanmar.

Baca juga: Dalam 3 Hari, Ratusan Warga Rohingya Myanmar Mengungsi ke Bangladesh

Catatan PBB menyebut, sekitar 30 ribu orang kini kehilangan tempat tinggal dan ribuan orang lainnya terkena dampak konflik terbaru di Rakhine. PBB tidak menyebut secara jelas jumlah warga Rohingya yang kabur, namun relawan kemanusiaan menuturkan kepada Reuters bahwa ratusan pengungsi Rohingya telah melintasi perbatasan Bangladesh sejak akhir pekan.

Pengungsi Rohingya diamankan petugas perbatasan BangladeshFoto: REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Pengungsi Rohingya diamankan petugas perbatasan Bangladesh
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads