Dilansir AFP, Kamis (24/11/2016), partai oposisi mengungkap kalau tahun lalu kantor kepresidenan membeli ratusan pil yang dapat mengatasi dusfungsi ereksi, termasuk viagra dan jenis generik dari obat tersebut.
Sontak kabar tersebut menarik perhatian media Korsel yang memberitakannya ke publik. Untuk mengantisipasi kekacauan yang semakin besar, juru bicara Park mengatakan obat tersebut dibeli untuk mengatasi penyakit ketinggian saat kunjungan Park ke kawasan dataran tinggi Afrika, termasuk Ethiopia, pada bulan Mei tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Park hingga saat ini memang diketahui tidak pernah menikah dan tidak memiliki pasangan.
Disebutkan juga kantornya selama beberapa tahun belakangan juga membeli ratusan dosis ekstrak plasenta manusia dan suntikan vitamin yang biasa digunakan untuk detoksifikasi dan anti penuaan. Jung mengatakan ratusan dosis obat yang dibeli itu juga digunakan oleh staf kantor kepresidenan, termasuk bodyguard Park.
Jaksa saat ini juga tengah melakukan investigasi tentang apakah Park juga menggunakan sejumlah obat yang diresepkan untuk dirinya sendiri dengan menggunakan nama Choi di klinik-klinik rahasia tanpa sepengetahuan staf kepresidenan dan staf medis.
Sedikitnya 100.000 orang akan melakukan aksi protes di Seoul, ibu kota Korsel, untuk menuntut pengunduran diri Presiden Park Gun-hye.
Puluhan ribu polisi diturunkan untuk mencegah demonstran mencapai istana presiden.
Park dituduh membiarkan teman kepercayaannya, Choi Soon-sil, mengakses dokumen pemerintah tanpa izin. Choi dituduh berupaya memeras uang dalam jumlah besar dari perusahaan-perusahaan Korea Selatan dan kini ditahan atas tuduhan pemalsuan dan penyalahgunaan wewenang.
Dia ditahan pekan lalu atas kecurigaan menggunakan persahabatannya dengan Park untuk meminta sumbangan bisnis untuk dana nirlaba yang dikelolanya. (rii/hri)











































