Menurut hasil survei yang dirilis pada Senin (21/11) waktu setempat, sebanyak 46 persen warga Amerika mempunyai kesan positif terhadap Trump. Ini merupakan kenaikan 9 persen sejak pilpres.
Namun meski adanya lonjakan tersebut, sebanyak 12 persen dari responden tetap memiliki kesan yang tidak bagus terhadap Trump, sementara 34 persen responden mempunyai kesan yang sangat buruk terhadap miliarder asal New York itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesan positif Trump di antara para pemilih telah mencapai angka tertinggi sejak dia menjadi presiden terpilih," ujar salah satu pendiri Morning Consult dan Kepala Riset Kyle Dropp seperti dilansir media PressTV, Selasa (22/11/2016).
Dropp menekankan, "fase bulan madu" merupakan hal yang umum bagi para presiden yang baru terpilih. Dirinya memberi contoh Presiden Barack Obama, yang popularitasnya juga meningkat 20 persen segera setelah memenangi pemilihan presiden tahun 2008.
Namun sejumlah pengamat percaya, bahwa tes popularitas yang sebenarnya bagi Trump baru akan dimulai saat dia mulai menjabat pada 20 Januari 2017 mendatang. Banyak dari pendukungnya menunggu apakah presiden Amerika ke-45 tersebut akan memenuhi janji-janjinya saat kampanye.
Salah satu dari janji tersebut adalah membatalkan TPP (Trans-Pacific Partnership). Trump telah mengatakan dalam pesan di videonya, bahwa dia akan menarik Amerika keluar dari perjanjian dagang terbesar di dunia tersebut, di hari pertama dirinya di Gedung Putih. (fdu/ita)











































