Dilansir AFP, Minggu (20/11/2016), penduduk setempat di kota Muse, Myanmar, melaporkan pertempuran dimulai pada Minggu pagi. Banyak orang melarikan diri dari perbatasan untuk menghindari bentrokan tersebut.
"Orang-orang dari pos perbatasan melarikan diri ke Muse karena pertempuran yang sengit," kata seorang warga kota, Aye Aye, kepada AFP Minggu (20/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertempuran ini melibatkan militer Myanmar dan tentara independen Kachin (KIA) di negara bagian Kachin. Kondisi ini menyulut kembali tahun 2011 setelah runtuhnya gencatan senjara selama 17 tahun. Selain itu, bentrokan juga melibatkan Angkatan Darat Arakan, Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang dan Nasional Demorat Aliansi Tentara Myanmar.
Dari bentrokan yang terjadi, sudah ada sebanyak 100 ribu yang bergeser ke negara bagian tetangga Shan. Muse sendiri terletak di utara Shan. Jaraknya tidak jauh dari Kachin dan cuma perbatasan dengan China hanya dipisahkan oleh sungai.
Salah satu prioritas Suu Kyi adalah kesepakatan damai dengan kelompok minoritas yang melawan negara. Militer Myanmar memiliki sejarah atas pelanggaran hak asasi. Hal ini mendorong ketidakpercayaan yang mendalam antara etnis minoritas dan pemerintah pusat.
Meski demikian Suu Kyi memiliki kontrol terbatas atas tentara yang mempertahankan 25 persen kursi parlemen serta posisi pertahanan dan keamanan pemerintahan. (jbr/rna)











































