8 Orang Tewas Saat Bentrok di Perbatasan China dan Myanmar

8 Orang Tewas Saat Bentrok di Perbatasan China dan Myanmar

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 21 Nov 2016 00:49 WIB
8 Orang Tewas Saat Bentrok di Perbatasan China dan Myanmar
Foto: Kawasan Muse di utara Myanmar (Dok. Google Maps)
Yangon - Bentrokan antar warga terjadi di utara Myanmar yang berbatasan dengan China. Akibat bentrokan tersebut sedikitnya 8 orang dilaporkan tewas.

Dilansir AFP, Minggu (20/11/2016), penduduk setempat di kota Muse, Myanmar, melaporkan pertempuran dimulai pada Minggu pagi. Banyak orang melarikan diri dari perbatasan untuk menghindari bentrokan tersebut.

"Orang-orang dari pos perbatasan melarikan diri ke Muse karena pertempuran yang sengit," kata seorang warga kota, Aye Aye, kepada AFP Minggu (20/11).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentrokan ini menjadi pukulan bagi pemimpin sipil Aung San Suu Kyi yang menjanjikan perdamaian nasional. Suu Kyi mengatakan delapan orang tewas dalam pertempuran itu yang terdiri dari seorang tentara, tiga polisi, satu pejuang milisi propemerintah dan tiga warga sipil.

Pertempuran ini melibatkan militer Myanmar dan tentara independen Kachin (KIA) di negara bagian Kachin. Kondisi ini menyulut kembali tahun 2011 setelah runtuhnya gencatan senjara selama 17 tahun. Selain itu, bentrokan juga melibatkan Angkatan Darat Arakan, Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang dan Nasional Demorat Aliansi Tentara Myanmar.

Dari bentrokan yang terjadi, sudah ada sebanyak 100 ribu yang bergeser ke negara bagian tetangga Shan. Muse sendiri terletak di utara Shan. Jaraknya tidak jauh dari Kachin dan cuma perbatasan dengan China hanya dipisahkan oleh sungai.

Salah satu prioritas Suu Kyi adalah kesepakatan damai dengan kelompok minoritas yang melawan negara. Militer Myanmar memiliki sejarah atas pelanggaran hak asasi. Hal ini mendorong ketidakpercayaan yang mendalam antara etnis minoritas dan pemerintah pusat.

Meski demikian Suu Kyi memiliki kontrol terbatas atas tentara yang mempertahankan 25 persen kursi parlemen serta posisi pertahanan dan keamanan pemerintahan. (jbr/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads