Kerap Diserang soal Perbatasan, Meksiko Buka Dialog dengan Donald Trump

Kerap Diserang soal Perbatasan, Meksiko Buka Dialog dengan Donald Trump

Dhani Irawan - detikNews
Minggu, 20 Nov 2016 02:12 WIB
Kerap Diserang soal Perbatasan, Meksiko Buka Dialog dengan Donald Trump
Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto (Foto: REUTERS/Henry Romero)
Lima - Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto akan membuka dialog dengan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Selama kampanye, Trump kerap menyerang Meksiko dengan menyerukan tembok perbatasan.

"Menghadapi posisi bahwa Presiden AS terpilih adalah Trump, kami memprioritaskan dialog sebagai langkah membangun agenda baru dalam hubungan bilateral," ucap Pena Nieto saat pertemuan pemimpin Asia Pasifik, seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (20/11/2016).

"Bagi Meksiko, hubungan kami dengan Amerika Serikat adalah pusat yang memberikan tingkat perdagangan dan integritas yang kami miliki sekarang," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam wawancara acara televisi CBS '60 Minutes' seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (14/11), Trump menjelaskan posisinya untuk beberapa isu. Salah satunya tentang berbagai retorika kontroversial Trump termasuk kebijakan anti-imigran dan seruan melarang muslim masuk ke AS, yang telah memicu unjuk rasa besar-besaran di puluhan kota besar AS sejak dia menang pilpres 8 November lalu.

(Baca juga: Ini 3 Prioritas Utama Donald Trump sebagai Presiden Terpilih AS)

Kerap Diserang soal Perbatasan, Meksiko Buka Dialog dengan Donald TrumpDonald Trump (Foto: Stella Iowa City/Getty Images)


Trump menegaskan seruannya soal tembok perbatasan AS-Meksiko. Namun dia sedikit melunak dengan menyebut tidak seluruhnya akan dibangun dengan batu bata dan semen, namun ada beberapa dengan pagar kawat. Trump juga menegaskan sumpahnya mendeportasi 3 juta imigran ilegal yang memiliki catatan kriminal, keluar dari AS.

Beberapa waktu lalu, usai menemui Ketua House of Representative (HOR) Paul Ryan di Washington DC, Trump menyebut isu imigrasi atau keamanan perbatasan sebagai salah satu dari tiga prioritas utamanya. Dua prioritas lainnya adalah layanan kesehatan dan lapangan pekerjaan. (dhn/dhn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads