"Kepolisian Rotterdam menahan seorang imigran ilegal yang diyakini terkait dalam penyelidikan dugaan ancaman teror," demikian pernyataan Kepolisian Militer Belanda via Facebook, seperti dilansir AFP, Jumat (18/11/2016).
"Tersangka merupakan seorang pria berusia 45 tahun tanpa alamat yang pasti dan dalam keadaan bingung, yang sebelumnya pernah memberikan keterangan palsu pada polisi," imbuh pernyataan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian militer bersenjata lengkap dikerahkan ke Bandara Internasional Rotterdam pada Kamis (17/11), setelah menerima laporan soal ancaman teror yang tidak disebutkan secara rinci. Pengamanan bandara pun ditingkatkan, dengan setiap mobil dan bus yang tiba di bandara diperiksa secara ketat.
Lebih banyak personel polisi militer disiagakan di pintu masuk bandara, yang melayani penerbangan ke Inggris, Spanyol, Jerman dan tujuan Eropa lainnya.
Penyelidikan terus dilakukan atas 'pesan anonim' yang memicu ancaman teror di Bandara Rotterdam Den Haag. "Langkah pengamanan ekstra, baik yang terlihat maupun tak terlihat, diberlakukan," terang kepolisian setempat dalam pernyataannya.
Insiden ini tidak mempengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Rotterdam ini.
Belanda masih dalam kondisi siaga tinggi sejak serangan teror mengguncang Paris, Prancis, setahun lalu. Pada awal pekan ini, Badan Antiterorisme Belanda mengingatkan bahwa para militan yang pulang dari Irak dan Suriah meningkatkan risiko serangan teror di Belanda.
Awal tahun ini, seorang pria Polandia yang mabuk memicu ancaman teror di Bandara Schiphol, Amsterdam, setelah mengklaim membawa bom di dalam ranselnya. Dampak insiden itu, kepolisian terpaksa mengevakuasi separuh isi bandara.
(nvc/ita)











































