Serangan yang dimulai pada Selasa, 15 November itu, merupakan bagian dari operasi besar melawan para militan ISIS dan militan-militan lainnya di Idlib dan Homs.
Dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (17/11/2016), juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konachenkov mengatakan, mereka yang tewas dalam serangan udara Rusia itu merupakan para militan dari kelompok Fateh al-Sham Front.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar wilayah provinsi Idlib dikuasai oleh aliansi pemberontak yang dikenal sebagai Tentara Penaklukan, yang merupakan gabungan faksi-faksi Islamis dengan para militan Fateh al-Sham Front, yang dulunya merupakan afiliasi Al-Qaeda di Suriah.
Rusia telah melancarkan serangan udara di Suriah sejak September 2015 untuk mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad. Pemerintah Rusia bersikeras bahwa pihaknya hanya menggempur "target-target teroris". Namun sejumlah serangan udara Rusia telah menimbulkan korban jiwa warga sipil.
Konflik di Suriah telah menewaskan lebih dari 300 ribu sejak pecah pada Maret 2011 lalu, yang diawali dengan gelombang aksi-aksi demo antipemerintah.
(ita/ita)











































