Menurut paramedis seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (16/11/2016), korban tewas berumur 39 tersebut. Namun tidak disebutkan namanya.
Kota Nablus telah beberapa kali menjadi lokasi bentrokan serupa dalam beberapa bulan terakhir. Bentrokan tersebut terjadi saat aparat kepolisian Palestina melakukan penggerebekan untuk menyita senjata-senjata ilegal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan juga makin meningkat di kamp pengungsi Balata, di dekat Nablus. Faktor politik dipandang sebagai pemicu ketegangan tersebut. Sejumlah pengamat mengatakan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menganggap kamp tersebut sebagai basis dukungan bagi rival politiknya, Mohammed Dahlan, yang saat ini mengasingkan diri di Uni Emirat Arab.
Saat kunjungan ke Balata pada Senin, 14 November lalu, utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov mengatakan, dirinya khawatir bahwa Balata bisa "meledak" jika bentrokan antar warga dan aparat keamanan Palestina tersebut meningkat. Balata merupakan kamp pengungsi terbesar di Tepi Barat. (ita/ita)











































