Dilansir Reuters, peringatan ini dikeluarkan atas informasi dari Kementerian Luar Negeri Turki yang memperkirakan gelombang demo yang makin membesar.
"Dalam konteks risiko yang disebabkan oleh insiden dan ketegangan sosial, warga negara kita yang tinggal di AS atau yang akan berpergian ke sana harus berhati-hati," kata otoritas Turki dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Minggu (13/11/2016).
Para pendemo anti Trump memang melanjutkan aksinya pada hari Sabtu (12/11) waktu setempat untuk menentang Trump, yang dianggap menimbulkan ancaman bagi hak-hak sipil dan asasi mereka. (nth/fdn)











































