Bertemu di Gedung Putih, Trump Sebut Obama Pria yang Sangat Baik

Bertemu di Gedung Putih, Trump Sebut Obama Pria yang Sangat Baik

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Nov 2016 09:35 WIB
Bertemu di Gedung Putih, Trump Sebut Obama Pria yang Sangat Baik
Donald Trump saat bertemu Barack Obama di Gedung Putih (REUTERS/Kevin Lamarque)
Washington DC - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Presiden Barack Obama sebagai pria yang sangat baik saat bertemu dengannya di Gedung Putih. Trump bahkan mengutarakan niat untuk meminta nasihat dari Obama.

Seperti dilansir CNN, Jumat (11/11/2016), pertemuan bersejarah antara Obama sebagai Presiden AS dan Trump sebagai presiden terpilih AS digelar Kamis (10/11) pagi waktu AS, di Gedung Putih. Keduanya sempat menggelar pertemuan empat mata di Ruang Oval membahas soal transisi kekuasaan.

Tiga hari setelah menghina Trump dengan menyebutnya tidak pantas memegang kode peluncuran senjata nuklir AS, Obama mengatakan bahwa dirinya ingin Trump sukses memimpin AS. Obama juga berjanji akan melakukan apa saja demi memastikan transisi kekuasaan secara damai.

Baca juga: Donald Trump Temui Obama di Gedung Putih

Sedangkan Trump yang selama bertahun-tahun menuding Obama memalsukan akta kelahirannya dan menudingnya sebagai pendiri kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), kini berbalik menyebut Obama sebagai 'pria yang sangat baik'.

Usai berbicara empat mata, baik Obama maupun Trump menyempatkan diri berbicara di depan media sembari keduanya masih duduk di Ruang Oval, yang merupakan kantor resmi Presiden AS. Obama mengharapkan kesuksesan Trump dalam memimpin AS.

"Jika Anda sukses, negara ini juga sukses," ucap Obama kepada Trump di hadapan media. Obama juga menyebut percakapannya dengan Trump sebagai 'percakapan yang luar biasa baik'.

Baca juga: Obama ke Trump: Jika Anda Sukses, Amerika Serikat Sukses

Trump membalasnya dengan berterima kasih kepada Obama, karena pertemuan yang seharusnya hanya berlangsung 10 menit menjadi berlangsung hingga 90 menit. Trump menyebut, dirinya dan Obama membahas soal hal-hal rumit dan luar biasa, serta 'aset-aset kelas atas'. Trump tidak menjelaskan lebih lanjut maksud perkataannya itu.

Tidak hanya itu, Trump sebagai presiden terpilih AS juga mengatakan dirinya mengharapkan meminta nasihat dari Obama. Kemudian saat rombongan wartawan diminta keluar Ruang Oval, Trump berulang kali memberitahu mereka bahwa Obama adalah 'pria yang sangat baik'.

Keduanya mengakhiri pertemuan bersejarah ini dengan saling berjabat tangan dan menolak menjawab pertanyaan wartawan. "Ini aturannya. Jangan menjawab pertanyaan ketika mereka (wartawan) mulai berteriak," tutur Obama kepada Trump.

Donald Trump dan Barack Obama berjabat tangan di Gedung PutihFoto: REUTERS/Kevin Lamarque
Donald Trump dan Barack Obama berjabat tangan di Gedung Putih


Secara terpisah, juru bicara Gedung Putih Josh Earnest menyebut bahwa pertemuan empat mata Obama dan Trump di Ruang Oval berlangsung tidak secanggung yang diperkirakan, mengingat perbedaan pendapat yang sengit di antara keduanya. Earnest juga menyebut, tidak ada perdebatan sengit di antara kedua tokoh saat berbicara di Ruang Oval.

Menurut Earnest, Obama memberikan penjelasan kepada Trump soal berbagai isu terkini, termasuk soal wilayah konflik dan kunjungan Obama ke luar negeri di masa akhir jabatannya, seperti ke Yunani, Jerman dan Peru pekan depan. Earnest menyatakan, Obama memiliki kepercayaan diri baru soal transisi kekuasaan yang mulus, usai bertemu Trump.

Istri Trump, Melania, juga menemui Ibu Negara Michelle Obama di Gedung Putih. Sedangkan Wakil Presiden terpilih AS, Mike Pence, bertemu dengan Wapres AS Joe Biden di kantornya.

(nvc/ita)


Berita Terkait