Berbicara di televisi Jerman, Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen menyebut kemenangan Trump yang hampir pasti itu merupakan "kejutan besar".
"Saya pikir Trump tahu bahwa ini bukan suara untuk dirinya, tapi lebih untuk melawan Washington, melawan pemerintahan," tutur pejabat tinggi Jerman itu pada media ARD, seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (9/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami saat ini menyadari bahwa kami tidak tahu apa yang akan dilakukan presiden Amerika ini, jika suara kemarahan itu memimpin dan suara kemarahan itu menjadi orang paling kuat di dunia," cetus Roettgen yang merupakan anggota senior partai Christian Democratic Union (CDU) yang dipimpin Merkel.
"Secara geopolitik, kita dalam situasi yang sangat tidak menentu," imbuhnya dalam wawancara dengan radio Jerman, Deutschlandfunk.
Menurut Washington Post, Rabu (9/11/2016) sejauh ini Trump telah meraih 264 electoral vote, sedangkan rivalnya dari partai Demokrat, Hillary Clinton meraih 215 electoral vote. Dengan perolehan ini, berarti Trump hanya membutuhkan enam electoral vote dari 270 electoral vote yang harus diraih Trump untuk memenangkan pilpres.
(ita/ita)











































