Dengan sampel suara yang masuk baru sekitar 14-15 persen, penghitungan media AS, CNN, Rabu (9/11/2016), memproyeksikan Trump meraup lebih banyak suara dari Hillary. Kemenangan Trump atas dua negara bagian yang tergolong konservatif itu tidak mengejutkan.
Terlebih Indiana merupakan negara asal cawapres Trump, Mike Pence, yang hingga kini masih menjabat Gubernur Indiana. Penghitungan CNN menyebut Trump meraup 63,2 persen suara unggul atas Hillary dengan 32,4 persen untuk negara bagian Indiana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di negara bagian Kentucky, Trump meraup 64,5 persen suara melawan Hillary dengan 30,9 persen suara. Dengan demikian, sejauh ini Trump meraup 19 electoral college vote dari kedua negara bagian itu. Indiana memiliki 8 electoral college dan Kentucky memiliki 11 electoral college.
Sementara untuk Hillary, CNN memproyeksikannya menang di negara bagian Vermont. Dengan baru 1 persen sampel suara yang masuk, Hillary unggul atas Trump dengan perolehan 53,9 persen suara melawan 40,7 persen suara. Vermont memiliki 3 electoral college yang semuanya jatuh ke tangan Hillary.
Selain ketiga negara bagian itu, perolehan suara dari sejumlah negara bagian lainnya yang krusial bagi pilpres AS belum bisa diprediksi. Hasil di South Carolina dan Georgia serta Virginia dinyatakan CNN masih terlalu tipis untuk diprediksi.
Baca juga: Menit-menit Akhir, Trump Serukan Pendukungnya Tak Menyerah
CNN melakukan prediksi didasarkan atas exit poll di berbagai tempat pemungutan suara. Capres yang pertama mencapai 270 dari total 538 electoral college akan memenangkan Pilpres AS.
(nvc/dnu)










































